Shirakawa, Desa Yang Indah di Jepang Seperti Lukisan

0
1650

Shirakawa, Desa Yang Indah di Jepang Seperti Lukisan

Indolah.com – Ketika musim dingin di Jepang, cobalah mampir ke Shirakawa. Desa yang memiliki banyak rumah tradisional Jepang tersebut akan tertutup salju yang putih dan terlihat sangat indah. Seperti lukisan saja!

Ketika baru saja sampai di Jepang, lalu bertemu dengan teman-teman yang akan pulang ke tanah air, saya dan beberapa teman yang baru datang sudah diwanti-wanti untuk ke Shirakawa pada musim dingin nanti. Apa istimewanya tempat itu?

Menurut mereka yang sudah ke sana, ditambah beberapa artikel yang saya baca, Shirakawa merupakan sebuah desa yang berisi rumah-rumah tradisional khas Jepang yang terbuat kayu dengan atap-atap jeraminya yang berbentuk segitiga.

Rumah-rumah tersebut sudah berusia ratusan tahun yang tetap dijaga kelestariannya sehingga ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO. Ketika musim dingin, desa ini tertutup salju yang sangat tebal, bahkan seluruh pekarangannya memutih. Inilah yang menjadi daya tariknya.

Karena bukan hanya satu dua orang saja yang merekomendasikan tempat ini, ketika musim dingin, saya pun pergi ke sana bersama seorang teman. Kami mengambil paket tur karena tidak mau repot mencari penginapan yang hampir semuanya penuh. Penginapan ini biasanya berada di kota-kota terdekat dari Shirakawa, yaitu Takayama dan Kanazawa. Tapi kalau menginap langsung di Shirakawa, harga penginapannya sangatlah mahal.

Apa kata, ketika peserta tur dibawa ke sebuah bukit yang terkenal sebagai spot untuk melihat Shirakawa dari atas, mata saya benar-benar dimanja dan bibir tak henti berucap syukur mengagumi apa yang terbentang di hadapan.

Baca JugaTeluk Kiluan, Pemandangan Menakjubkan Yang Ada di Kota Lampung

Bagai foto klasik yang menampilkan warna gelap kayu berbentuk segitiga yang dikelilingi hamparan putih, dengan latar belakang barisan bukit yang dipenuhi hutan pinus yang daunnya mulai berguguran, belum lagi langit kelabu di atasnya. Ada banyak foto yang saya ambil, tapi rasanya masih tidak mampu menangkap keindahan asli pemandangan yang saya lihat.

Kaki rasanya enggan beranjak ketika pemandu mulai mengajak kami untuk kembali ke bus, melanjutkan perjalanan ke desa yang sedang kami pandangi itu.

Dari tempat parkir kendaraan, pengunjung harus melewati jembatan yang lumayan panjang untuk menuju desa. Pengalaman musim dingin saya saat itu rasanya semakin lengkap karena selain puas menikmati hamparan salju di mana-mana, saya juga diguyur hujan salju. Sehingga bukan pemandangan luar biasa kalau salju yang bertengger di atap rumah bisa setebal kasur pegas, dan yang ada di tanah bisa setinggi badan saya.

Benar kata para teman, Shirakawa memang wajib dikunjungi. Saya sempat kesal karena merasa belum puas menilik sudut-sudut desa walaupun badan mengeluh kedinginan.

Selain menikmati suasana desa, saya juga memasuki beberapa rumah untuk melihat bagaimana bagian dalamnya. Ini bisa dijadikan strategi untuk mencari kehangatan, apalagi di tengah ruangan biasanya ada perapian khas Jepang yang biasa dilihat di film-film lama, lengkap dengan teko berisi air yang sedang dihangatkan. Rumah-rumah ini ada yang berbayar dan ada yang gratis, akan ketahuan setelah pengunjung masuk ke dalamnya.

Tidak hanya rumah-rumah saja yang ada di sini, toko suvenir dan tempat makan juga gampang ditemukan, sehingga pengunjung bisa beristirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan menikmati suasana Shirakawa. Desa ini memang merupakan destinasi favorit para turis selama musim dingin di Jepang.

(Visited 675 times, 1 visits today)