Warga Demo Karena Menganggap Ada Skenario Memihak Di Salah Satu Calon Pilbup Semarang

0
706

rusuh

Indolah.com – Ungaran, Sekelompok warga yang merasa memiliki hak pilih mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Mereka tidak terima dan menganggap ada skenario memihak di salah satu calon dalam hari pelaksanaan Pemilihan (Pilbup) Semarang.

Di sisi lain, sekelompok warga simpatisan yang menyaksikan perhitungan suara di TPS protes karena calon yang dijagokan kalah. Mereka menganggap penyelenggara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat tidak becus.

Baca juga :  Jonan Mepersilahkan Kepolisian Menggeledah Kantornya Mengenai kasus Dwelling Time

Buntutnya, warga berdemo ke kantor KPU. Demo berjalan rusuh dan berlanjut menjadi anarkis. Petugas pun terpaksa mengerahkan kendaraan water cannon dan menyemprotkan air ke kerumunan massa. Tak membuahkan hasil, petugas menembakkan gas air mata.

Keributan tersebut merupakan bagian dari simulasi penanganan unjuk rasa anarkis, yang digelar Semarang’>Polres Semarang di Stadion Pandanaran, Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang, Jumat (31/7/2015). Simulasi melibatkan 800 personel, yang terdiri atas polisi, TNI, Satpol PP, hingga pemadam kebakaran.

“Kami berharap, yang tergambar pada simulasi tidak akan benar-benar terjadi. Jika pun terjadi, kami siap untuk mengamankannya,” ujar Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman.

Dia berkomitmen, polisi tak akan pernah main-main dalam mengamankan seluruh tahapan Pilkada.

“Sesuai standar operation procedure (SOP), jika mereka (para pendemo) melawan bahkan membawa senjata tajam yang membahayakan warga sekitar dan juga petugas, akan dilumpuhkan,” katanya.

Dalam simulasi itu, terjadi insiden kecil yang mengakibatkan seorang polisi dari Polsek Sumowono terpaksa harus dilarikan ke RS Ken Saras. Dia mengalami luka di telinga bagian kiri seusai digigit seekor anjing pelacak berjenis herder milik Sat Sabhara Semarang’>Polres Semarang.

“Dalam pengamanan, memang kami libatkan pasukan pembawa anjing. Ada insiden petugas yang tergigit itu di luar skenario simulasi. Mohon maaf atas insiden itu dan sebagai bahan evaluasi kami ke depannya,” kata Latif.

Sementara itu, Bupati Semarang, Mundjirin mengapresiasi kesigapan petugas dalam mengamankan Pilkada yang bakal berlangsung Desember mendatang.

“Kami berdoa dan berharap, kerusuhan hingga tindak anarkis di Kabupaten Semarang tidak terjadi secara nyata,” ucap Mundjirin.

Sementara itu, di Demak, tim pemenangan pasangan Harwanto dan Maskuri (Harum) menggelar rapat konsolidasi pembentukan tim di Posko Pemenangan Harum yang berlokasi di Jalan Kiai Singkil, Nomor 45, Demak, Jumat sore. Tim yang agendanya bakal disebar di setiap kecamatan tersebut diharapkan dapat menjadi senjata andalan bagi pasangan Harum untuk mendulang suara.

Ratusan peserta yang terdiri dari simpatisan, relawan maupun kader partai tersebut terlihat berulang kali lantang meneriakkan nama Harum. Pasangan Harum diusung oleh tiga partai yakni Gerindra, PAN dan Demokrat yang mengantongi total 12 kursi di DPRD Demak.

Bendahara Tim Pemenangan Harum, Marwan menjelaskan, dari acara penguatan pembentukan tim pemenangan Harum di tingkat Kecamatan, nantinya akan dilanjutkan dengan pembentukan tim pemenangan hingga tingkat desa.

“Inilah salah satu jurus jitu kami yang diharapkan dapat meraup suara. Sore ini kami undang perwakilan tim di kecamatan dalam rangka awal penguatan basis di tingkat bawah. Nantinya hal serupa akan diteruskan di tingkat kelurahan atau di 249 desa,” ungkap Maskuri.

(Visited 183 times, 1 visits today)