Ahok Gabung ke PDIP Namun Tak Ikut Kampanye Pemilu 2019, Mengapa?

0
74
Ahok Gabung ke PDIP Namun Tak Ikut Kampanye Pemilu 2019, Mengapa?
Ahok Gabung ke PDIP Namun Tak Ikut Kampanye Pemilu 2019, Mengapa?

Indolah.com – Ahok Gabung ke PDIP Namun Tak Ikut Kampanye Pemilu 2019, Mengapa?, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan ( PDIP ) Hasto Kristiyanto, mengatakan Basuki Tjahaja Purnama ( BTP ) yang populer dipanggil Ahok masuk dengan partainya jadi anggota biasa, serta dipastikan tidak turut kampanya pemilu 2019.

Ini karena, kata Hasto, BTP akan berlibur panjang. “BTP masuk PDIP menjadi anggota biasa. Ya sama dengan Almarhum KH Yusuf Supendi yang sekarang digantikan oleh putrinya Azmah Shobirooh. Lantas seperti masuknya Pak Kapitra Ampera. Ada pula 17 purnawirawan TNI masuk PDIP. Ya, jadi anggota biasa,” kata Hasto Kristiyanto, dalam keterangan yang di terima, Minggu (10/2/2019).

Selanjutnya, Hasto menjelaskan jika pihaknya akan membiarkan BTP untuk pergi dahulu liburan ke luar negeri. “Itu kan agenda pribadi beliau. Liburan ke luar negeri selama 2,5 bulan,” paparnya.

Kata Hasto, PDIP sendiri masih tetap berkonsentrasi ke pemilu menjadi konsentrasi utama, karena itu, dianya yang menjabat Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin itu, selalu lakukan safari politik.

Diyakinkan lelaki asal Yogyakarta itu, jika BTP takkan jadi juru kampanye atau ikut serta dalam proses kampanye pemilu 2019 , baik untuk partai politik ataupun untuk pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Belumlah ada penugasan-penugasan partai untuk BTP.

Baca Juga : Di Hari Pers Nasional, Jokowi Jamin Kebebasan Pers

Ditambah lagi, sama dengan anggota baru yang lain, BTP tetap harus melakukan proses kaderisasi terlebih dulu.

“Jadi Pak BTP akan tidak jadi juru kampanye. Sebab ia ada agenda kegiatan pribadi di luar negeri. Yang pasti sekarang ini kami lakukan pemilu dahulu. Konsentrasi kami ke pemilu, konsentrasi penuh,” pungkasnya.

Hasto menjelaskan pihaknya tidak bicara masalah untung rugi berkaitan masuknya BTP, tapi yang diprioritaskan ialah politik dengan nilai-nilai kemanusiaan, karena politik sebaiknya bangun peradaban, hingga bukan sekedar bicara masalah untung rugi politis, jelas Hasto.

“Politik itu bicara mengenai beberapa hal yang begitu mendasar termasuk juga hubungan kita menjadi sama-sama manusia, hubungan kita dengan Tuhan, hubungan kita dengan alam raya, itu politik,” tuturnya dikutip Antara.

(Visited 21 times, 1 visits today)