Aktor Singapura Tewas Terjepit Artileri Tank Saat Wajib Militer

0
276
Aktor Singapura Tewas Terjepit Artileri Tank Saat Wajib Militer
Aktor Singapura Tewas Terjepit Artileri Tank Saat Wajib Militer

Indolah.com – Aktor Singapura Tewas Terjepit Artileri Tank Saat Wajib Militer, Kematian aktor Singapura, Aloysius Pang, dalam insiden pelatihan militer di Selandia Baru menyebabkan duka mendalam di kalangan publik Singapura. Militer Singapura juga mengemukakan kronologi insiden yang merenggut nyawa aktor berumur 28 tahun ini.

Seperti ditulis Channel News Asia, Jumat (25/1/2019), Panglima Militer Singapura, Mayor Jenderal Goh Si Hou, dalam pertemuan wartawan mengutarakan jika Pang meninggal sesudah tubuhnya terjepit pada gun barrel satu artileri howitzer dengan kabin tank militer.

Dalam harus militer yang diikutinya di Selandia Baru, Pang diketahui bekerja menjadi teknisi persenjataan pada Batalyon ke-268 Artileri Singapura. Insiden yang merenggut nyawanya itu berlangsung waktu ia ikut pelatihan tahunan militer Singapura bernama ‘Exercise Thunder Warrior’ di Waiouru Training Area, Selandia Baru.

Insiden ini berlangsung 19 Januari lalu, waktu Pang ditugaskan melakukan perbaikan satu gun barrel yang rusak pada suatu tank bernama Singapore Self-Propelled Howitzer (SSPH).

Waktu Pang bersama dengan seseorang teknisi yang lain serta seseorang komandan detasemen persenjataan tengah ada di kabin artileri howitzer, sisi gun barrel di turunkan ke tempat standby. Dalam tempat itu, semestinya mereka selekasnya menghindar sebab ruangan gerak kabin menyusut.

“Nampaknya dari penemuan awal jika Aloysius tidak dapat menghindar waktu gun barrel di turunkan. Ia terjepit diantara ujung gun barrel serta interior SSPH serta ia menanggung derita luka karena himpitan menjadi efeknya,” ucap Mayor Jenderal Goh dalam pengakuannya.

Dua personil yang lain yang lakukan misi perbaikan bersama dengan Pang, tidak alami luka-luka sedikitpun.

Baca Juga : Video Mesum Dua Sejoli Pelajar di Kabupaten Madiun Viral

Disadari Mayor Jenderal Goh jika saat gun barrel di turunkan, ruangan gerak di kabin howitzer menyusut. Akan tetapi, sambungnya, ruangan gerak itu ‘biasanya cukup’ buat beberapa operator artileri serta beberapa teknisi untuk kerja.

Ditambahkan Komandan Combat Service Dukungan and Command (CSSCOM), Kolonel Terry Tan, diperlukan waktu seputar 9-10 detik untuk gun barrel itu di turunkan ke tempat standby.

Waktu di tanya selanjutnya masalah siapa yang turunkan gun barrel itu serta adakah kekeliruan dalam mekanisme keselamatan, Mayor Jenderal Goh mengatakan perihal ini yang bisa menjadi konsentrasi penyidikan. Ditekankan Mayor Jenderal Goh jika ‘tidak pantas’ untuk mengutarakan semua dengan detil sebelum penyidikan tuntas dikerjakan.

Kolonel Tan menyatakan jika Pang yang berpangkat Corporal First Class ini dipandang ‘memenuhi prasyarat serta kompeten’ untuk bekerja menjadi tehnis senjata. Diterangkan Kolonel Tan jika Pang sudah melakukan rangkaian program kursus mendalam. Bukan sekedar itu, Pang pun dimaksud sudah ikuti latihan penyegaran untuk pengawasan peralatan.

Karena insiden ini, sisi paru-paru, jantung serta ginjal Pang alami cedera kronis. Ia sudah sempat melakukan tiga operasi di dalam rumah sakit serta mendapatkan alat penunjang kehidupan, sebelum dikatakan wafat pada Rabu (23/1) malam, seputar jam 20.45 waktu ditempat.

(Visited 43 times, 1 visits today)