Amerika dan Australia Bangun Pangkalan Militer di Papua Nugini

0
340
Amerika dan Australia Bangun Pangkalan Militer di Papua Nugini
Amerika dan Australia Bangun Pangkalan Militer di Papua Nugini

Indolah.com – Amerika dan Australia Bangun Pangkalan Militer di Papua Nugini, Amerika Serikat mengumumkan menjalin kerja sama dengan Australia untuk bangun pangkalan angkatan laut baru di Papua Nugini. Rencana ini diumumkan Wakil Presiden AS Mike Pence waktu kunjungannya ke Papua Nugini pada hari ini, Sabtu (17/11).

Menurut Pence jika Amerika dan Australia akan bekerjasama dengan Lombrum Naval Base atau pangkalan angkatan laut punya pertahanan Papua Nugini.

“Kami akan kerja dengan dua negara ini untuk melidungi kedaulatan dan hak maritim di Kepulauan Pasifik,” kata Pence diambil dari AFP (17/11).

Australia sebelumnya telah menginformasikan rencana untuk meningkatkan Lombrum Naval Base di Pulau Manus. Kerja sama ini dilihat menjadi bentuk ‘pergerakan’ atas dampak China di kawasan Pasifik.

Kabar jika China ingin bangun sarana militer di Fiji seperti di Pulau Blackrock, Manus atau vanuatu sudah tercium pihak Australia serta informasi ini mengalir sampai Gedung Putih. Kedua negara juga disebut khawatir hasrat China ini akan menyaingi kesetimbangan kekuatan angkatan laut di pasifik Selatan.

Baca Juga : Remigo Berutu, Bupati Pakpak Berharta Rp54 Miliar yang di OTT KPK

Ketegangan antara China dan AS terlihat jelas waktu forum APEC yang diadakan di Papua Nugini. China memang menancapkan pengaruhnya dengan mantap di lokasi Pasifik. Akan tetapi Pence menuduh China sudah lakukan debt-trap diplomacy atau tipe hubungan diplomasi berdasar pada utang yang dilakukan dalam hubungan bilateral pada dua negara untuk mendesak negara kecil.

“Janganlah terima utang yang mengorbankan kedaulatan Anda. Jagalah kepentingan Anda,” katanya diambil dari ABC.

Presiden China, Xi Jinping juga mengungkapkan pidato yang menantang pernyataan AS.

“Tidak ada seorang juga yang mempunyai kemampuan untuk hentikan orang untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Kita semestinya memperkuat kerja sama,” katanya.

“Arah manakah yang ingin kita pilih? Kerja sama atau konfrontasi, keterbukaan atau menutup salah satu pintu?”

(Visited 33 times, 1 visits today)