Amerika Serikat Dakwa Bos Huawei Terkait Sanksi Iran

0
75
Amerika Serikat Dakwa Bos Huawei Terkait Sanksi Iran
Amerika Serikat Dakwa Bos Huawei Terkait Sanksi Iran

Indolah.com – Amerika Serikat Dakwa Bos Huawei Terkait Sanksi Iran, Kementerian Kehakiman Amerika Serikat melayangkan tiga dakwaan pada Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou, berkaitan dugaan lakukan bisnis dengan Iran yang tengah jadi target sanksi Washington.

Kementerian itu menginformasikan serangkaian tuduhan itu pada Senin (28/1). Tidak hanya tiga dakwaan itu, kementerian itu pun menjatuhkan 10 tuduhan yang lain atas Meng.

Tidak cuma itu, Gedung Putih pun melayangkan 10 tuntutan pada raksasa telekomunikasi asal China itu atas pencurian teknologi robot dari rivalnya asal Jerman, T-Mobile.

“Kedua paket tuntutan itu mengungkapkan aksi Huawei yang berani serta gigih untuk mengeksploitasi perusahaan-perusahaan AS serta instansi keuangan, dan meneror pasar global yang bebas serta adil,” kata Direktur Biro Investigasi Federal AS (FBI), Christopher Wray, pada Senin (29/1).

Ketegangan antara AS -Huawei menyebabkan ketegangan pada Washington dan Beijing, bahkan juga menyeret Ottawa di tengahnya perseteruan.

Baca Juga : MUI Kecam Seruan Tolak Perayaan Cap Go Meh di Bogor

Meng ditangkap di Vancouver pada 1 Desember lalu atas keinginan AS. Walau sudah bebas dengan jaminan, Meng diperkirakan akan diekstradisi ke AS.

Kanada sekarang ada dibawah desakan China terutama sesudah dua warganya ditahan Negeri Tirai Bambu. Penahanan itu dilihat menjadi bentuk balas dendam China pada Kanada sebab tangkap serta merencanakan mengekstradisi Meng ke AS.

Dikutip AFP, pelaksana tugas Jaksa Agung AS, Matthew Whitaker, menjelaskan keinginan ekstradisi akan di kirim sebelum 30 Januari. Selain itu, Meng diskedulkan akan disidang di AS pada 6 Februari.

Whitaker menjelaskan jika selama ini semua tuduhan tak tunjukkan dugaan keterkaitan pemerintah China dalam kedua masalah itu.

“Akan tetapi, seperti yang saya jelaskan pada pejabat China sekitar Agustus lalu, Beijing mesti minta pertanggungjawaban warga serta perusahaan China atas kepatuhan mereka pada hukum,” kata Whitaker.

(Visited 17 times, 1 visits today)