Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Dituding Ingkari Kontrak Politik

0
41
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Dituding Ingkari Kontrak Politik
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Dituding Ingkari Kontrak Politik

Indolah.com – Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Dituding Ingkari Kontrak Politik, Ratusan massa buruh berdemo di depan Balaikota DKI Jakarta hari ini Jumat (10/11/2017). Para buruh menuding Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengingkari kontrak politiknya lantaran menggunakan PP No 78/2015 dalam menentukan besaran upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta 2018.

Mereka melakukan aksi unjuk rasa menolak Upah Minimum Provinsi Jakarta tahun 2018 sebesar Rp3.648.035 yang sudah diteken Anies.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Dituding Ingkari Kontrak Politik

Ketua Koalisi Buruh Jakarta Winarso mengatakan, aksi ini untuk menagih janji Anies dan Sandiaga soal kontrak politik yang telah ditandatangani keduanya saat kampanye di Pillada Jakarta 2017 lalu dengan buruh.

Baca Juga : Tragis, dr Letty Alami KDRT dan Minta Cerai Tapi Malah Ditembak Suami

Anies-Sandiaga memang memiliki kontrak politik dengan buruh. Keduanya berjanji akan menghapus outsourcing, kerja kontrak, dan pemagangan buruh DKI Jakarta yang tidak sesuai dengan UU No 13/2003 dan Permenakertrans No 19/2013. Mereka juga berjanji akan membatasi sistem outsourcing untuk lima pekerjaan saja.

“Tak ada alasan bagi gubernur dan wakil gubernur untuk ingkar kepada UMP yang telah ditetapkan di kontrak politik. Bahwa UMP harus diatasi PP 78,” kata Winarso.

Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) perwakilan Jakarta itu menganggap Anies dan Sandiaga sudah menginginari janji yang telah dibuat dengan buruh.

Selain itu, ia mengatakan ribuan buruh yang melakukan aksi hari ini siap menginap di depan Balai Kota jika Anies dan Sandi tidak segera merevisi besaran UMP DKI.

“Gubernur itu telah berbohong kepada kami, gubernur itu telah ingkar pada kami. Karena itu kami akan bertahan di sini sampai dia merevisi UMP DKI sebagai komitmen dia untuk melaksanakan kontrak politik dan janji politik,” tegasnya.

Buruh yang aksi berasal dari ormas seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, FSPMI, danSerikat Pekerja Nasional.

Selain membawa bendera masing-masing serikat pekerjanya, sebagai dari mereka juga ada yang membawa poster bertuliskan “Kepung Istana dan Balai Kota DKI dan Revisi UMP DKI Menjadi Rp3,917,000”.

(Visited 30 times, 1 visits today)