Arseto Tetap Dihukum 2 Tahun Penjara Karena Terbukti Fitnah Jokowi

0
51
Arseto Tetap Dihukum 2 Tahun Penjara Karena Terbukti Fitnah Jokowi
Arseto Tetap Dihukum 2 Tahun Penjara Karena Terbukti Fitnah Jokowi

Indolah.com – Arseto Tetap Dihukum 2 Tahun Penjara Karena Terbukti Fitnah Jokowi, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta konsisten menghukum Arseto Suryoadji Pariadji selama 2 tahun penjara. Dia terbukti menebar isu SARA melalui Facebook dengan memfitnah Jokowi.

Kasus berawal kala Arseto memposting status di akun Facebook kepunyaannya pada 24 Maret 2018. Dia menulis status yang bermuatan SARA. Sesudah itu, dia mengulang kembali menulis status yang bermuatan SARA hingga menyebabkan kebencian serta permusuhan.

Atas hal tersebut, Arseto diproses dengan hukum. Pada 14 Agustus 2018, jaksa menuntut Arseto selama 3 tahun penjara. Gayung bersambut. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) mengatakan Arseto terbukti dengan serta meyakinkan bersalah lakukan tindak pidana dengan sengaja serta dan tiada hak sebarkan informasi yang ditujukan untuk memunculkan perasaan kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok penduduk tertentu berdasar pada atas suku, agama, ras serta antar golongan. PN Jaksel juga menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara ke Arseto.

Tidak terima, Arseto ajukan banding. Akan tetapi majelis tinggi bergeming.

“Menjatuhkan pidana pada Terdakwa, dengan pidana penjara
selama 2 tahun serta pidana denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan jika pidana denda tidak dibayar ditukar dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” tutur majelis seperti dikutip indolah dari website PT Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Baca Juga : Rashida Tlaib Jadi Wanita Muslim Pertama di Kongres Amerika

Duduk menjadi ketua majelis Imam Sungudi dengan anggota Elnawisah serta Sri Andini. Vonis itu diketok pada 1 November 2018.

“Terdakwa terbukti dengan sah serta meyakinkan bersalah lakukan tindak pidana dengan sengaja serta tiada hak sebarkan informasi yang diperuntukkan untuk memunculkan perasaan kebencian atau permusuhan individu serta/atau kelompok masyarakat tertentu berdasar pada atas suku, agama, ras, serta antar golongan (SARA),” pungkas majelis.

Nama Arseto sudah sempat viral karena tuduhan soal harga undangan mantu Presiden Joko Widodo. Arseto menuding undangan mantu Jokowi di jual Rp 25 juta.

(Visited 28 times, 1 visits today)