Bagaimana Seseorang Keracunan CO2 Saat Berjam-jam di Dalam Mobil

0
918
Bagaimana Seseorang Keracunan CO2 Saat Berjam-jam di Dalam Mobil
Bagaimana Seseorang Keracunan CO2 Saat Berjam-jam di Dalam Mobil

Indolah.com – Bagaimana Seseorang Keracunan CO2 Saat Berjam-jam di Dalam Mobil. Belasan orang meninggal saat terjebak macet dalam arus mudik tahun ini. Salah seorang di antaranya diberitakan keracunan karbon dioksida setelah mobil yang ditumpanginya terjebak macet selama berjam-jam menjelang pintu keluar tol Brebes Timur.

Apa itu karbon dioksida dan bagaimana keracunan bisa terjadi saat berjam-jam terjebak macet di dalam mobil?

Karbon dioksida atau CO2 merupakan gas yang tidak berbau, tidak berwarna, dan termasuk salah satu jenis gas yang jumlahnya paling berlimpah di atmosfer. Gas yang dipakai juga dalam minuman bersoda (berkarbonasi) ini memiliki nama lain ‘carbonic acid gas’ atau gas asam arang.

Dalam konsentrasi rendah, karbon dioksida sebenarnya tidak beracun. Namun saat seseorang berada dalam ruangan tertutup tanpa sirkulasi udara yang baik, konsentrasi gas ini akan terus mengalami peningkatan. Sistem pernapasan manusia secara terus menerus akan mengubah oksigen atau O2, menjadi gas karbon dioksida.

Tanpa ada sirkulasi udara yang baik, peningkatan konsentrasi karbon dioksida berarti juga penurunan kadar oksigen yang dibutuhkan oleh sistem pernapasan manusia. Kemampuan untuk bertahan dengan kadar oksigen yang terus menipis pada masing-masing orang tidak selalu sama. Banyak faktor yang berpengaruh, termasuk kondisi kesehatan dan fungsi paru-parunya.

Baca juga: Manfaat Konsumsi Ubi Jalar Bagi Kesehatan

Dalam ‘horor’ kemacetan arus mudik di jalur wilayah Brebes, Jawa Tengah baru-baru ini, faktor kelelahan dan kekurangan cairan berdampak fatal terutama pada kelompok rentan. Di antaranya adalah anak-anak, orang-orang lanjut usia, serta pemudik dengan riwayat penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes mellitus maupun gangguan jantung.

“Ditambah lagi kondisi kabin kendaraan yang relatif sempit serta tertutup dengan pemakaian AC (Air Conditioner) terus menerus akan menurunkan oksigen serta naiknya CO2,” kata Achmad Yurianto, Kepala Pusat Krisis Kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI.

Peningkatan konsentrasi atau kadar karbon dioksida tidak selalu mudah untuk dideteksi mengingat gas ini tidak berbau dan tidak berwarna. Namun dalam situasi seperti ini biasanya akan muncul gejala pusing, serta pernapasan cepat (hiperventilasi) untuk menetralkan darah yang perlahan menjadi lebih asam karena menghirup karbon dioksida.

Keracunan karbon dioksida perlu dibedakan dari keracunan karbon monoksida atau CO. Gas yang disebutkan terakhir berasal dari emisi bahan bakar kendaraan bermotor, dan sangat beracun karena bisa ‘membajak’ hemoglobin di dalam darah. Akibatnya, terjadi kerusakan fungsi organ karena hemoglobin gagal mendistribusikan suplai oksigen ke seluruh tubuh.

(Visited 175 times, 1 visits today)