Begini Kronologi Tsunami di Banten Versi BMKG

0
167
Begini Kronologi Tsunami di Banten Versi BMKG
Begini Kronologi Tsunami di Banten Versi BMKG

Indolah.com – Begini Kronologi Tsunami di Banten Versi BMKG, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menuturkan rangkaian terjadinya peristiwa tsunami di wilayah pantai di sekitar kawasan Selat Sunda.

Hal tersebut dia sampaikan dalam pertemuan pers di gedung BMKG, Jakarta, Minggu (23/12/2018) dini hari. 21 Desember, BMKG deteksi erupsi anak gunung Krakatau Dwikorita menuturkan pada Jumat (21/12/2018) sekitar jam 13.51 WIB, BMKG sudah menginformasikan erupsi gunung anak Krakatau dengan status level Waspada.

“Tempo hari jam 13.51 WIB pada tanggal 21 Desember Badan Geologi sudah menginformasikan erupsi gunung anak Krakatau serta levelnya pada level Siaga,” kata Dwikorita.

22 Desember, BMKG umumkan peringatan awal kekuatan gelombang tinggi Pada Sabtu (22/12/2018), kata Dwikorita, BMKG keluarkan peringatan awal seputar jam 07.00 WIB akan kekuatan gelombang tinggi di seputar perairan Selat Sunda. “Diprediksikan (gelombang tinggi berlangsung) tempo hari tanggal 21 sampai kelak 25 Desember 2012.

Ini peristiiwa beda tetapi berlangsung pada tempat yang sama. Yang pertama erupsi Gunung Krakatau serta kekuatan gelombang tinggi,” tuturnya. Menurutnya, seputar jam 09.00-11.00 WIB, team BMKG ada yang tengah ada di perairan Selat Sunda lakukan eksperimen instrumen.

“Disana memang terverifikasi jika berlangsung hujan deras dengan gelombang serta angin kencang, karenanya team kami selekasnya kembali pada darat,” katanya.

22 Desember, BMKG deteksi gunung Krakatau alami erupsi kembali Seputar jam 21.03 WIB, BMKG mencatat erupsi gunung anak Krakatau. Di satu bagian beberapa tide gauge (alat pendeteksi tsunami) BMKG tunjukkan ada kekuatan kenaikan permukaan air di pantai seputar Selat Sunda.

“Serta kami analisa, kami membutuhkan waktu analisa apa kenaikan air itu air pasang karena kejadian atmosfer tadi ada gelombang tinggi? Jadi memang benar ada babak semacam itu.

Baca Juga : Didampingi Jusuf Kalla, Jokowi Kampanye di Makassar

Akan tetapi nyatanya sesudah kami analisa lanjut gelombang itu adalah gelombang tsunami,” katanya. Mengenai rinciannya, berdasar pada hasil penilaian tidegauge Serang di Pantai Jambu, Desa Bulakan, Cinangka, Serang, terdaftar jam 21.27 WIB ketinggian gelombang 0,9 meter.

“Lalu tidegauge Banten di pelabuhan Ciwandan, terdaftar jam 21.33 WIB ketinggian 0.35 mtr.,” kata Dwikorita. Setelah itu, melalui tidegauge Kota Agung di Desa Kota Agung, Kota Agung, Lampung terdaftar jam 21.35 WIB ketinggian 0.36 meter.

Yang paling akhir tidegauge Pelabuhan Panjang, Kota Bandar Lampung terdaftar jam 21.53 WIB ketinggian 0.28 mtr.. Menurutnya, berdasar pada ciri gelombangnya, tsunami yang berlangsung kesempatan ini serupa dengan yang berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah kemarin.

“Periodenya (periode gelombang) pendek-pendek,” tuturnya. “Penduduk diimbau supaya masih tenang serta tidak dipengaruhi oleh rumor yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ikut diiimbau untuk masih menjauh dari pantai perairan Selat Sunda, sampai ada perubahan informasi dari BMKG serta Badan Geologi,” katanya.

(Visited 43 times, 1 visits today)