BNN Gerebek Sense Karaoke, Mami Cungko dan Waiters Jadi Tersangka

0
194
BNN Gerebek Sense Karaoke, Mami Cungko dan Waiters Jadi Tersangka
BNN Gerebek Sense Karaoke, Mami Cungko dan Waiters Jadi Tersangka

Indolah.com – BNN Gerebek Sense Karaoke, Mami Cungko dan Waiters Jadi Tersangka, Badan Narkotika Nasional menggerebek Sense Karaoke, Mangga Dua, Jakarta Utara, terkait peredaran narkoba. BNN menetapkan 6 tersangka dari 24 orang yang diamankan dalam razia pada Rabu (11/4).

BNN menemukan sabu, ekstasi, hingga ganja dalam plastik-plastik kecil dalam penggerebekan itu. BNN memastikan narkoba itu disediakan karyawan Sense Karaoke.

“Satu WNA dari China, dia sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yang bersangkutan menyimpan narkoba di dalam tas,” ucap Deputi Bidang Pemberantasan Irjen Arman Depari kepada wartawan di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (13/4/2018).

Selain Mami Cungko, 5 waiters ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti mengedarkan narkoba kepada pelanggan. Mereka adalah warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di tempat itu.

“Mereka ini penjual atau mereka ini yang melakukan transaksi narkoba di ruang karaoke,” ucap Arman.

Baca Juga : Seorang Ibu Marah Besar Karena Jadi Korban Prank Pocong

BNN belum menetapkan ada manajemen Sense sebagai tersangka. Sembilan manajemen yang diamankan masih diperiksa. “Manajemen sampai saat ini, masih lakukan proses pemeriksaan dan pendalaman,” kata Arman.

BNN Gerebek Sense Karaoke, Mami Cungko dan Waiters Jadi Tersangka
BNN Gerebek Sense Karaoke, Mami Cungko dan Waiters Jadi Tersangka

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan akan mencabut tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) Sense Karaoke di Mangga Dua Square. Surat penutupan akan segera dikirim karena terbukti menjadi tempat peredaran narkoba.

“Jadi siap-siap dalam waktu pendek ini mereka akan menerima surat penutupan, pencabutan tanda daftar usaha pariwisata, TDUP-nya akan dicabut. Ya kalau dicabut selesai,” kata Anies di depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, Anies menjelaskan efektifnya Pergub Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pariwisata untuk menindak usaha pariwisata yang melanggar aturan. Dia menilai, lewat pergub itu, Pemprov bisa mengambil langkah penutupan jika terbukti ada pelanggaran Pergub.

“Teman-teman sekalian lihat kan efektif bukan kalau punya peraturan yang membentuk perilaku? Coba kalau selama ini kita tidak punya peraturan, bila pelanggaran seperti itu terjadi kalau kemarin kita harus bikin surat peringatan, diperingatkan berulang lagi, sekarang aturannya jelas, begitu kejadian langsung kami tutup,” tutur Anies.

“Jadi adanya pemerintah itu membuat aturan mengubah perilaku, bukan aturan sebagai pemberitahuan, sebagai pengumuman bukan. Dan ini akan kita tegakkan,” sambungnya.

(Visited 49 times, 1 visits today)