Bobol Data Puluhan Negara, Polisi Bekuk Hacker Surabaya Black Hat

0
100
Bobol Data Puluhan Negara, Polisi Bekuk Hacker Surabaya Black Hat
Bobol Data Puluhan Negara, Polisi Bekuk Hacker Surabaya Black Hat

Indolah.com – Bobol Data Puluhan Negara, Polisi Bekuk Hacker Surabaya Black Hat, Tiga dari enam pelaku hacker asal Surabaya yang menamakan diri sebagai Surabaya Black Hat ditangkap penyidik Subdit IV Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya di Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (11/3/2018) kemarin.

Komunitas hacker asal Surabaya tersebut meretas sistem pemerintahan di Indonesia dan juga luar negeri, mereka mengumpulkan sejumlah uang dalam bentuk bitcoin dan paypal. Ada 42 negara yang diretas oleh komunitas Surabaya Black Hat.

“Mereka mengakses komputer dan atau sistem milik orang lain dengan cara apapun yang bertujuan memperoleh informasi eletronik atau dokumen elektronik dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan (dengan cara hacking) kemudian mengancam atau menakut-nakuti dengan meminta sejumlah uang,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Baca Juga : Korban First Travel Tertipu Karena Tergiur Iklan Syahrini

Argo mengatakan, modus komplotan itu adalah meretas beragam sistem keamanan milik pemerintah maupun swasta secara global, untuk memeras.

Modusnya, kata dia, setelah berhasil meretas sistem keamanan atau data milik perusahaan, pemerintah, atau perorangan, mereka meminta uang kepada korban.

“Selama periode 2016, rekening bitcoin dan paypal para pelaku ini dalam bentuk USD yang dikonversikan ke dalam rupiah senilai ratusan juta rupiah,” imbuhnya.

Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu mengatakan, motif para hacker ini adalah untuk keuntungan ekonomi.

“Mereka meminta sejumlah uang, yang dalam kurun waktu 2017 menerima lebih dari Rp 500 juta dalam bentuk bitcoin dan paypal,” kata Roberto.

Polisi menyita barang bukti berupa komputer jinjing, telepon seluler dan modem, yang digunakan para pelaku untuk melakukan aksi kejahatan siber di dunia maya.

(Visited 65 times, 1 visits today)