Boyamin Saiman Mengancam Akan Melaporkan Kapolda Metro Jaya

0
642
Boyamin Saiman Mengancam Akan Melaporkan Kapolda Metro Jaya
Boyamin Saiman Mengancam Akan Melaporkan Kapolda Metro Jaya

Indolah.com – Pengacara mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, Boyamin Saiman Mengancam Akan Melaporkan Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, ke Divisi Propam Polri.

Boyamin mengatakan, pelaporan tersebut lantaran lambatnya penanganan laporan terkait SMS gelap dan kesaksian palsu pada kasus kliennya.

Baca Juga >>> Pohon Berumur 50 Tahun Lebih Tumbang Di Dekat UI

“Saya akan lapor Propam bahwa penyidik tidak profesional. Penyidik yang dulu menangani SMS itu bukan yang sekarang,” ujar Boyamin saat dihubungi, Jakarta, Senin (6/2/2017).

Boyamin menjelaskan, SMS gelap itu merupakan bukti penting yang membuat Antasari didakwa sebagai otak pembunuhan mantan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Saat kasus itu ditangani penyidik Polda Metro Jaya, Iriawan menjabat sebagai Direktur Reskrimum. Sementara, Direktur Resnarkoba Kombes Nico Afinta yang saat itu menangani kasus Antasari, menjabat sebagai Kasat Jatanras.

“Ya siapapun (termasuk Kapolda Metro) dilaporkan, atau Kasatnya yang sekarang menjabat Dir Narkoba juga,” kata Boyamin.

Aduan ke Propam itu bakal dilakukan jika laporan terkait SMS gelap yang dilayangkan sejak 2011 itu, tak kunjung mendapatkan hasil yang signifikan.

Boyamin menilai polisi ogah-ogahan menangani laporannya. Apalagi, hingga saat ini, Antasari belum pernah dimintai keterangan sebagai saksi pelapor.

Boyamin menuturkan, saat itu penyidik menarik kesimpulan bahwa pembunuhan Nasrudin didasari cinta segitiga. Hal itu berdasar adanya SMS ancaman yang disebut-sebut berasal dari Antasari.

Padahal dalam persidangan, Boyamin melanjutkan, bukti bahwa SMS ancaman itu berasal dari Antasari tidak dapat dibuktikan. Bahkan, ada beberapa saksi yang mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) nya.

Karena itu, Boyamin meminta agar polisi bertanggung jawab atas BAP yang telah mereka buat pada 2009. “Kalau memang polisi tidak mampu menemukan itu, bilang saja, nanti saya gugat (upaya hukum lain),” kata dia.

Antasari dan adik Nasrudin, Andi Syamsuddin sempat mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk menagih janji polisi pada Rabu 1 Februari 2017. Namun, penyidik kembali memberikan janji. Rencananya, mereka akan kembali ke Mapolda Metro Jaya pekan depan.

(Visited 160 times, 1 visits today)