Brenton Tarrant Bertanggung Jawab Atas Searangan di 2 Masid New Zealand

0
64
Brenton Tarrant Bertanggung Jawab Atas Searangan di 2 Masid New Zealand
Brenton Tarrant Bertanggung Jawab Atas Searangan di 2 Masid New Zealand

Indolah.com, Jakarta – Brenton Tarrant Bertanggung Jawab Atas Searangan di 2 Masid New Zealand, Kepolisian Selandia Baru (New Zealand) meyakini satu tersangka bertanggung jawab atas serangan teroris mematikan di dua masjid yang ada di kota Christchurch. Aksi keji tersangka yang menewaskan 49 orang itu dilakukan dalam kurun waktu 36 menit.

Seperti dilansir media lokal Selandia Baru, The New Zealand Herald, Sabtu (16/3/2019), tersangka yang diidentifikasi bernama Brenton Tarrant, seorang warga Australia, telah ditangkap otoritas setempat. Pada Sabtu (16/3) ini, Tarrant dihadirkan dalam persidangan untuk didakwa atas pidana pembunuhan.

Dalam keterangan terbaru, Komisioner Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush, mengungkapkan bahwa Tarrant bertanggung jawab atas dua penembakan brutal di Masjid Al Noor di Deans Ave dan di sebuah masjid di Linwood Ave, pada Jumat (15/3) waktu setempat.

Kedua masjid diketahui hanya berjarak 7 menit jika ditempuh dengan mobil.

Baca Juga: Malaysia Batal Hapus Hukuman Mati, Vonis Terserah Pengadilan

Disebutkan Bush bahwa Tarrant tidak mau bekerja sama saat akan ditangkap polisi. Dia sampai harus diseret keluar mobil oleh dua polisi bersenjata yang menangkapnya pada Jumat (15/3) waktu setempat.

Bush menyatakan Tarrant dibekuk sekitar 36 menit usai penembakan pertama terjadi di Masjid Al Noor. Dia memuji keberanian para polisi yang berhasil menangkap Tarrant dengan cepat.

Selain Tarrant, sebelumnya ada tiga orang lainnya — dua pria dan satu wanita — yang ditangkap terkait penembakan brutal, yang disebut sebagai serangan teroris oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern. Satu orang di antaranya telah dibebaskan. Menurut CNN, orang yang dibebaskan itu merupakan seorang warga yang ingin membawa pulang anak mereka usai teror terjadi, namun membawa senjata api.

Dua orang lainnya, sebut Bush, masih dalam penyelidikan. Bush menyebut dua orang yang masih ditahan itu bisa dijerat dakwaan pidana terkait penembakan brutal tersebut. Identitas keduanya tidak diungkap ke publik.

Lebih lanjut, Bush mengonfirmasi bahwa korban tewas termuda dalam serangan teroris ini merupakan seorang anak-anak. Namun dia menolak menyebut usianya.

Jumlah korban tewas sejauh ini dilaporkan mencapai 49 orang dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka. Otoritas setempat memperkirakan jumlah itu masih bisa bertambah. Disebutkan The New Zealand Herald bahwa satu korban luka-luka yang kritis di rumah sakit, akan menjalani operasi selama 6,5 jam pada siang ini. Disebutkan bahwa korban terkena banyak tembakan di tubuhnya.

(Visited 40 times, 1 visits today)