Cabut Banding, Bukti Kesetiaan Ahok Pada Jokowi

0
600
Cabut Banding, Bukti Kesetiaan Ahok Pada Jokowi
Cabut Banding, Bukti Kesetiaan Ahok Pada Jokowi

Indolah.com – Cabut Banding, Bukti Kesetiaan Ahok Pada Jokowi, Langkah yang diambil Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mencabut permohonan banding merupakan salah satu bukti kesetiaan Ahok pada sahabatnya yang juga presiden Indonesia, Joko Widodo.

Bila disimak isi surat yang dibacakan istri Ahok, Veronica, Selasa (23/5). diisi surat terbaca apa yang dipikirkan Ahok kedepannya, Berikut isi surat Ahok yang dibaca isrinya yang tidak sanggup menahan tangis saat membacakan surat Ahok.

Kepada para relawan dan pendukung Ahok yang saya cintai semua, mereka yang menjalani proses demokrasi dimana pun, Saya banyak berpikir tentang kejadian yang saya alami. Saya berterima kasih kepada saudara yang mendukung dalam bentuk kiriman bunga, kartu ucapan, Saya tahu tidak mudah bagi saudara menerima ini apalagi saya, Tetapi saya belajar terima semua ini jika untuk kebaikan negara.”

Cabut Banding, Bukti Kesetiaan Ahok Pada Jokowi

Pengamat Politik AS Hikam berpendapat, ada implikasi yang telah dipikirkan oleh Ahok untuk memutuskan mencabut banding. Terutama nasib Jokowi ke depannya.

Baca Juga : Heboh! Video Wawancara Dengan Allan Nairn: Fadli Zon, Hary Tanoe dan Petinggi Militer Terlibat Kudeta Terhadap Jokowi

“Jika proses hukum berjalan, mau tidak mau Presiden Jokowi akan dikait-kaitkan,” kata Hikam, Padahal, menurut Hikam, Jokowi harus berkonsentrasi melakukan berbagai program dan kebijakan strategis nasional hingga 2019.

“Belum lagi berbagai goyangan yang diarahkan kepada pemerintahan dan pribadi Jokowi yang belum mereda,” kata Hikam, Menurut mantan Menteri Riset dan Teknologi era Gus Dur itu, Ahok tidak menginginkan masalah hukum dan politiknya mengganggu Jokowi.

Baca Juga : PBB Meminta Indonesia Bebaskan Ahok

Ahok, kata Hikam, tidak punya kekhawatiran apapun terkait proses hukum yang sedang dihadapinya. Namun, jika proses hukum berlarut-larut akan menimbulkan gejolak yang berkepanjangan dan sulit diprediksi.

“Ahok justru khawatir terhadap apa yang akan dialami pihak lain, terutama masyarakat dan para pendukungnya,” katanya.

Kedekatan Ahok dan Jokowi bermula saat keduanya mencalonkan diri sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012. Pasangan itu terpilih memimpin Ibu Kota.

Baca juga : Dibalik Vonis Ahok, Aksi FPI Dan Fenomena Arab Spring

Keduanya bekerja sama hampir selama dua tahun, hingga Jokowi terpilih sebagai Presiden pada 2014, Meski ditinggal Jokowi, hubungan keduanya tetap sangat erat. Jokowi kerap menyambangi Balai Kota.

Ahok bahkan pernah beberapa kali terang-terangan menyebut Jokowi sebagai sahabatnya.

Pada Mei 2016, ketika ditanya wartawan tentang kemungkinan dirinya gagal terpilih sebagai Gubernur di Pilkada 2017 Ahok menjawab, “Saya sih santai saja kalau enggak bisa maju dalam Pilkada atau terpilih gubernur lagi. Saya punya teman baik presiden.”

Ketika kasus penodaan agama mencuat, dan Ahok ditetapkan sebagai tersangka, Jokowi enggan menuruti desakan sejumlah kalangan yang meminta Ahok diberhentikan. Jokowi bergeming, meski pemerintah digugat ke PTUN karena tak memberhentikan Ahok.

(Visited 132 times, 1 visits today)