Caleg NasDem Diperas Akibat Video Call Bugil Dengan Teman Facebook

0
353
Caleg NasDem Diperas Akibat Video Call Bugil Dengan Teman Facebook
Caleg NasDem Diperas Akibat Video Call Bugil Dengan Teman Facebook

Indolah.com – Caleg NasDem Diperas Akibat Video Call Bugil Dengan Teman Facebook, Calon legislatif Partai NasDem DPRD Probolinggo, Nurul Munjiat, mengakui jadi korban pemerasan dengan ancaman foto serta video bugil. Pelaku pemerasan seorang wanita yang mengakui Aulyah Sari, diduga berasal dari Palu-Sulteng.

Pria yang masuk Dapil 1 Kecamatan Kanigaran-Wonoasih itu juga melapor ke SPKT Polresta Probolinggo. Diakuinya kedekatan dengan pelaku berlangsung di sosial media facebook. Saat itu Nurul menerima keinginan pertemanan Aulyah. Ditambah lagi, pelaku pun berteman dengan rekan-rekan korban sama-sama kader NasDem.

Rupanya makin lama korban serta pelaku sama-sama bertukar nomer whatsapp (WA). Korban mengaku, waktu komunikasi itu modus pelaku mulai dilancarkan.

Pelaku seringkali memaksa korban untuk telanjang waktu lakukan video call. Bahkan juga pelaku sengaja memancing korban dengan terlebih dulu tanpa baju atau bugil. Korban pada akhirnya terbujuk rayu pelaku sesudah ketiga kalinya lakukan telepon video.

“Awalannya saya tidak ingin pak, tetapi lantaran selalu dirayu saya juga pada akhirnya nurut untuk telanjang. Tetapi itupun tidak jelas, sebab kamera hp tidak saya pusatkan,” tutur korban.

Waktu video call telanjang itu berjalan, ternyata pelaku ambil foto layar atau merekamnya tanpa sepengetahuan korban. Terakhir, foto atau rekaman itu dipakai pelaku untuk memeras korban. Yakni dengan kirim pesan singkat ke nomer WA korban.

Dalam pesan itu, tertulis bila pelaku meminta uang sebesar Rp 5 juta. Bila tidak dituruti, pelaku akan sebarkan video telanjang korban ke rekan-rekan partainya.

Baca Juga : Wakil Ketua DPRD Banjar Tewas Dalam Kecelakaan di Cipularang

Polisi yang terima laporan itu mengumpulkan bukti serta mengecek korban menjadi saksi. Akan tetapi waktu disinggung masalah unsur pornografi, polisi enggan memberi tanggapan lebih jauh. Menurut dia, pihaknya akan konsentrasi pada permasalahan pemerasan terlebih dulu. Untuk membongkar kasus pemerasan ini, Polresta Probolinggo akan kerja dengan Tim Cyber Troop Polda Jawa timur.

“Kita akan kerjakan gelar perkara atas masalah ini mas, dengan mengecek korban menjadi saksi atas masalah ini,” kata Kasatreskrim Polresta Probolinggo, AKP Nanang Fendi Dwi Susanto.

Sementara Ketua DPD Partai NasDem Kota Probolinggo, Zulfikar Himawan memberi dukungan penyidikan polisi. Akan tetapi Zulfikar menyebutkan masalah pemerasan itu adalah permasalahan pribadi Nurul.

“Saya menjadi ketua DPD Partai Nasdem Kota Probolinggo masih tetap begitu yakini jika persoalan ini lebih pada pemerasan dan Pak Nurul betul-betul tidak lakukan perihal yang dituduhkan. Bahkan juga partai akan memberi dukungan moral serta pada saat butuh pertolongan hukum jika masalah ini berproses di ranah hukum,” jelas Zulfikar.

Pihaknya juga minta peristiwa itu jadikan pelajaran buat semua calon legislatif serta kader supaya lebih berhati-hati.

(Visited 93 times, 1 visits today)