Debat Pilgub Jabar Memanas Akibat Aksi Pamer Kaus 2019 Ganti Presiden

0
174

Indolah.com – Debat Pilgub Jabar Memanas Akibat Aksi Pamer Kaus 2019 Ganti Presiden, Debat kedua Pilgub Jawa Barat kemarin malam memanas di akhir acara. Pemicunya adalah aksi memamerkan kaos bertuliskan ‘2019 Ganti Presiden’ yang dilakukan paslon nomor urut tiga Sudrajat – Ahmad Syaikhu. Akibatnya, debat rusuh dan nyaris bubar.

Mereka dianggap kontroversial karena membawa pesan kelompok oposisi, yakni tagar #2019GantiPresiden.

Pasangan berjuluk ‘Asyik’ itu sempat memajang kaus bertuliskan #2018GantiGubernur #2019GantiPresiden. Pendukung paslon lawan kontan meneriaki kaus tersebut dan memicu kericuhan di bangku penonton.

Berlangsung di Kampus Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, Jabar, Senin (14/5/2018) malam, insiden ‘2019 Ganti Presiden’ terjadi saat pasangan Sudrajat – Syaikhu menyampaikan kata penutup.

“Pilih nomor tiga Asyik (Sudrajat-Syaikhu). Kalau Asyik menang, Insya Allah 2019 mengganti presiden,” kata Sudrajat saat memberikan closing statement.

Sesaat setelah Sudrajat mengucapkan kata-kata penutup tersebut, Syaikhu langsung mengeluarkan kaus putih. Kaus tersebut terlihat bertuliskan ‘2018 Asyik, #2019GantiPresiden’. Suasan seketika gaduh.

Para calon pendukung yang pro dan kontra terlihat saling bersahutan. Ketua KPU Yayat Hidayat terpaksa naik ke atas panggung dan meminta semua tenang. Namun, imbauan itu tak diindahkan.

Hingga akhirnya Cagub Tb Hasanuddin ikut menenangkan. Tb yang juga Ketua DPD PDIP Jabar meminta para massa pendukung untuk tenang.

“Saya mohon perhatian kader. Walaupun ini bukan forum Capres, saudara tetap tenang ini calon pemilihan Gubernur bukan Capres, mohon saudara tenang, tenang kita selesaikan nanti. Saya mohon tenang, jangan terpancing,” kata TB.

“Sekarang belum ranah Pilpres, saya harap tenang nanti ada yang menegakkan. Coba sekarang duduk,” kata Tb disambut riuh tepuk tangan pendukung.

Baca Juga : Kapolri Tito Ungkap Motif Serangan Bom Gereja di Surabaya Dan Sidoarjo

Cawagub Anton juga mencoba membantu Tb menenangkan simpatisan yang ada di gedung debat. Mantan Kapolda Jabar itu untuk tidak emosi dan menghormati pimpinan partai yang sekaligus Cagub Jabar Tb Hasanuddin

“Kepala boleh panas, tapi hati harus tenang. Hormati pimpinan anda di sini. Tolong duduk semuanya, jangan memalukan,” ujar Anton.

Akhirnya suasana dapat mereda. Alfito lantas mempersilakan paslon nomor 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi menyampaikan clossing statement.

Lepas dari insiden tersebut, duet Asyik di atas panggung itu dianggap bisa merugikan diri mereka sendiri.

Pengamat politik Universitas Padjadjaran Idil Akbar menganggap pidato penutupan disampaikan oleh Sudrajat-Syaikhu dalam debat kemarin malam telah melenceng dari tujuan mereka sebagai kandidat Pilgub Jabar.

“Blunder, tidak pada kapasitasnya mereka paslon sampaikan hal seperti itu di panggung debat. Itu sudah keluar substansi,” kata Idil, Selasa (15/5).

Meski belum bisa dipastikan melanggar aturan Bawaslu terkait pelanggaran Pemilu, Idil menganggap ulah pasangan Asyik tidak etis. Sebagai politikus, apalagi Sudrajat adalah mantan duta besar, Idil menganggap pasangan Asyik seharusnya paham etika berpolitik dan bagaimana mendulang dukungan dengan cara yang lebih berwibawa.

“Secara aturan saya tidak bisa katakan ini melanggar, ini kewenangan Bawaslu yang kemudian ditindak KPU, tapi secara etis, enggak etis. Jelas ini tidak etis,” katanya.

Idil juga menilai semestinya ada tindakan tegas dari Bawaslu dan KPU kepada duet Asyik, walau sebatas teguran.

“Bawaslu harusnya segera bersikap, mereka ada di lokasi melihat langsung. Agar apa? Agar ini tak semakin menjadi polemik ke depannya. Ini lemparan bola panas yang secara etis sudah dilanggar, tak pada tempatnya,” kata dia.

(Visited 57 times, 1 visits today)