Demo Anti China di Vietnam, 100 Orang Lebih Ditahan

0
29
Demo Anti China di Vietnam, 100 Orang Lebih Ditahan
Demo Anti China di Vietnam, 100 Orang Lebih Ditahan

Indolah.com – Demo Anti China di Vietnam, 100 Orang Lebih Ditahan, Sedikitnya 100 orang ditahan di tengah aksi protes anti negara China di Vietnam sejak akhir pekan lalu hingga Rabu (13/6).

Protes ini bermula pada Sabtu (9/6) di pabrik sepatu Taiwan, Pou Yuen, di Ho Chi Minh, di mana para pekerja menolak rencana pemerintah membangun tiga zona ekonomi baru yang mengizinkan konsesi selama 99 tahun. Pembentukan zona ekonomi khusus (SEZ) dikhawatirkan akan didominasi oleh investor China.

Undang-undang yang dibahas di parlemen memungkinkan investor asing dapat menyewa lahan di tanah SEZ selama 99 tahun. Pemilihan parlemen akan dilakukan pekan ini, namun ditunda untuk meredakan aksi protes.

Ketua parlemen, Nguyen Thi Kim Ngan, mengatakan bahwa pendapat orang akan selalu “didengar”.

Meski pemerintah tidak merinci pihak yang akan menanamkan investasi di zona tersebut, para pengunjuk rasa khawatir wilayah itu didominasi kepentingan China.

“Hubungan antara Vietnam dan otoritas China semakin terlihat setiap hari, dan membuat masyarakat frustrasi dan marah,” ujar presiden Gerakan Buruh Viet, Do Thi Minh Hanh, kepada South China Morning Post.

Sejak saat itu, protes meluas hingga Provinsi Binh Thuan, di mana unjuk rasa berakhir ricuh pada Minggu (10/6) lalu.

Baca Juga : Lawatan Yahya Staquf ke Yerusalem Dikecam Otoritas Palestina

Majelis Nasional pun memutuskan untuk mempertimbangkan kembali pembentukan tiga zona ekonomi baru tersebut.

Meski demikian, para pekerja masih terus menggelar aksi hingga Rabu. Di depan Taman Industri Tan Huong, para demonstran mengacungkan poster bertuliskan, “Saya cinta tanah air! Jangan biarkan China mengambil lahan kita!”

Kedutaan Besar China di Hanoi pun merilis peringatan agar warganya yang berada di Vietnam selalu waspada terhadap aksi protes “ilegal” dengan “konten anti-China” itu.

Protes di kota-kota dengan cepat ditekan, tetapi pihak berwenang menghadapi kemarahan publik yang lebih besar di Binh Thuan. Para demonstran melemparkan batu, memaksa penumpang kendaraan umum untuk turun, dan dengan cepat menduduki markas pemerintah daerah. Media pemerintah mengatakan puluhan petugas polisi terluka.

RUU ini menawarkan perusahaan asing kesempatan besar dan memberikan batasan yang sedikit di tanah yang disediakan. Pemerintah komunis Vietnam berharap kebijakan itu dapat mendorong pertumbuhan di wilayah.

Para demonstran menduga bahwa pemerintah akan memberikan sewa kepada investor China di tiga zona ekonomi; di timur laut, tenggara dan barat daya negara itu. Ini akan memungkinkan kontrol Cina atas tanah Vietnam.

Di Binh Thuan, sentimen anti-Cina dikombinasikan dengan kemarahan yang mendidih atas polusi industri dan sengketa tanah. Demonstran juga keberatan dengan RUU keamanan cyber, yang dijadwalkan akan diketok palu pada 12 Juni. RUU ini juga mendapat sorotan dari Human Rights Watch karena dapat membungkam kebebasan pedapat.

Rangkaian unjuk rasa ini dianggap membuat hubungan Vietnam dan China semakin tegang di tengah sengketa lahan di Laut China Selatan.

Pada April lalu, kementerian luar negeri kedua negara bertemu di Hanoi dan sepakat untuk membahas sengketa itu secara damai.

Namun bulan lalu, Hanoi meminta Beijing menarik semua peralatan militer yang dilaporkan sudah berada di pulau buatan China di wilayah sengketa di Laut China Selatan.

Permasalahan di LCS ini juga sempat memicu gelombang aksi protes anti-China di Vietnam pada 2014 lalu, setelah Beijing mengerahkan alat pengebor minyak di lahan sengketa.

(Visited 22 times, 1 visits today)