Diam-diam Lahirkan dan Kubur Bayinya, PRT Indonesia Dibui di Singapura

0
821

Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia dihukum 3 bulan penjara oleh pengadilan Singapura. TKI bernama Musliyati ini dinyatakan bersalah karena diam-diam mengubur bayinya yang meninggal di halaman belakang rumah majikannya.

Wanita berusia 37 tahun ini dijerat dakwaan pidana terkait membuang jasad manusia. Musliyati terancam hukuman maksimal 2 tahun penjara dan hukuman denda, atau komulatif keduanya.

Menurut dokumen pengadilan, seperti dilansir AFP, Rabu (29/1/2014), Musliyati melahirkan seorang bayi laki-laki di toilet rumah majikannya secara diam-diam. Bayi tersebut dilahirkan pada awal November 2013 lalu.

Musliyati mengambil bayinya yang terjatuh ke dalam toilet. Dia kemudian memotong tali pusar bayi tersebut. Selanjutnya, Musliyati membungkus bayi tersebut dengan selimut, lalu menempatkannya di dalam tas plastik hitam.

Setelah itu, dia menggali lubang di halaman belakang rumah majikannya. Wanita itu lalu menguburkan bayi itu di lubang tersebut, tanpa diketahui sang majikan.

Ketika Musliyati mengeluhkan sakit kepala pada sore harinya, sang majikan membawanya ke rumah sakit. Namun hal ini justru berujung pada terbongkarnya aksi kejinya. Dokter menemukan sisa-sisa tali pusar sang bayi masih berada di dalam tubuhnya. Pihak rumah sakit kemudian melaporkan hal ini kepada polisi.

Polisi kemudian mendatangi rumah sang majikan untuk melakukan penyelidikan. Seekor anjing pelacak yang ikut dikerahkan dalam penyelidikan berhasil menemukan makam si bayi yang ada di halaman belakang rumah tersebut.

Dokumen pengadilan menyebutkan bahwa Musliyati berhasil menyembunyikan kehamilannya dari majikannya dengan menggunakan korset dan kaos longgar setiap harinya. Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan bahwa bayi tersebut lahir pada usia 8-9 bulan. Namun tidak dijelaskan apakah bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan sudah tewas atau masih hidup.

(Visited 72 times, 1 visits today)