Diduga Akan Kabur ke Chile, Ratna Sarumpaet Diamankan Petugas Imigrasi

0
70
Diduga Akan Kabur ke Chile, Ratna Sarumpaet Diamankan Petugas Imigrasi
Diduga Akan Kabur ke Chile, Ratna Sarumpaet Diamankan Petugas Imigrasi

Indolah.com – Diduga Akan Kabur ke Chile, Ratna Sarumpaet Diamankan Petugas Imigrasi, Ratna Sarumpaet diamankan polisi setelah ditetapkan menjadi tersangka hoax penganiayaan. Sesaat sesudah diamankan, Ratna sempat membeberkan sederet pengakuan dan pembelaan tentang apa yang dialaminya.

Ratna ditangkap petugas Imigrasi sekaligus polisi pada Kamis (4/10) malam di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Ratna mengungkap waktu itu dia ditarik waktu telah masuk ke pesawat.

“Saya telah duduk di pesawat, saya dikeluarin oleh Imigrasi, katanya mau dibicarakan dahulu. Lalu ada polisi datang. Mereka katakan, oleh atasan, (saya) tidak diperbolehkan tinggalkan Indonesia,” kata Ratna waktu dihubungi awak media, Kamis (4/10/2018) sekitar jam 21.00 WIB.

“Terus sekarang saya menanti dibagian Imigrasi. Saya nanya, ingin menanti apalagi, katanya Polda Metro Jaya akan jemput,” ujarnya.

Ratna sedianya akan pergi ke Chile untuk menghadiri konferensi ‘The 11th Women Playrights International (WPI) Conference 2018’ di Santiago, Chile. Polisi mengatakan ada dugaan Ratna akan melarikan diri ke Chile. Perihal ini telah dibantah Ratna.

“Ha-ha-ha… tidak itu (melarikan diri),” jawab Ratna.

“Saya akan membuka, memberi keynote atau pidato kebudayaan dalam satu konferensi penulis naskah teater internasional. Rencananya saya cuma buka. Tanggal 10 saya telah balik,” katanya.

Baca Juga : Peretas Korea Utara Dilaporkan Coba Curi Rp16,7 T dari Bank Global

Masalah keberangkatannya ke Chile, Ratna mengakui dibiayai oleh Dinas Pariwisata DKI. Terakhir diketahui dia juga dikasih uang saku Rp 70 juta.

“Saya ini di kirim oleh Dinas Pariwisata DKI. Jadi saya yang mendanai semua Gubernur, kantor Gubernur,” papar Ratna.

“Jadi kenapa DKI merasa memiliki kepentingan kirim Ratna, ya sebab tahun 2007 pertemuan yang sama sempat diselenggarakan oleh DKI Jakarta, di Indonesia, waktu itu ada Nawal El Saadawi. Saat itu gubernurnya masih Sutiyoso. Jadi itu alasan kuat mengapa DKI butuh membiayai saya atas undangan Chile,” jelasnya.

Di tanya masalah penangkapan yang dialaminya, Ratna mengakui sedih. Dia lalu memperbandingkan dengan perlakuan yang di terima koruptor.

“Ya sedih saja. Koruptor bisa, tidak pernah di-ini…. Tidak tahu saya ya… orang koruptor bisa ke mana-mana, bebas,” jelas Ratna.

Ratna sekarang sudah diputuskan menjadi tersagka hoax dan terancam pidana penjara maksimal 10 tahun. Ratna disangkakan dengan UU Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE.

“UU Nomer 1 Tahun 1946 dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE,” kata Kasubdit Jatanras AKBP Jerry Siagian waktu diminta konfirmasi, Kamis (4/10).

Tidak hanya diperiksa intensif di Polda Metro Jaya, rumah Ratna di Tebet, Jakarta Timur, juga digeledah polisi. Pengacara Ratna mengatakan kliennya sudah bersikap kooperatif dengan polisi.

“Tetapi kami harap sebagai kuasa hukum, (Ratna) tidak dilakukan penahanan. Sebab Ibu Ratna Sarumpaet kami nilai begitu kooperatif,” kata pengacara Ratna, Insank Nasrudin, di dekat rumah Ratna yang sudah digeledah, di Jalan Kampung Melayu Kecil V/24, Bukitduri, Jakarta Selatan, Jumat (5/10) dini hari.

(Visited 15 times, 1 visits today)