Diduga Simpatisan ISIS, Wni Ditahan Di Korea Selatan

0
648

wni

Indolah.com – Seorang warga negara Indonesia ditangkap di Korea Selatan lantaran diduga menjadi simpatisan kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). WNI yang diketahui bernama Abdullah Hasyim ini, masuk ke Negeri Ginseng itu dengan nama Carsim.

Hasyim berusia 32 tahun dan tinggal di Provinsi Chungcheong Selatan, sekitar 150 kilometer dari Ibu Kota Seoul. Dia berada di Korea Selatan sejak 2007 lalu, dengan status ilegal.

“Berdasarkan informasi dari pihak migrasi, diindikasikan KTP WNI tersebut bernama Abdullah Hasyim, namun masuk ke Korea Selatan dengan nama Carsim. Pihak kepolisian melalui koordinasi dengan KBRI Seoul masih terus mendalami nama sebenarnya dari WNI tersebut,” ucap Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Indonesia Muhammad Iqbal, 

Baca Juga : 7 Air Majapahit Yang Dipercaya Bisa Buang Sial

Iqbal mengatakan hingga saat ini, yang bersangkutan belum pernah melaporkan diri ke pihak KBRI Seoul untuk mengurus perpanjangan dokumen perjalanan. Iqbal juga mengatakan Hasyim ditahan karena kemungkinan keterikatan dengan organisasi teror ISIS.

Hasyim ditangkap dua bulan lalu oleh pihak imigrasi Korea Selatan yang sudah berkoordinasi dengan KBRI Seoul. Hasyim diduga simpatisan ISIS lantaran dia mengunggah gambar-gambar dan tulisan yang mengarah pada organisasi Al Nusra yang merupakan cabang dari kelompok militan Al Qaidah di Suriah, pada akun sosial media Facebook miliknya.

Pihak keamanan Negeri K-Pop itu mengatakan adanya kekhawatiran mereka Hasyim bergabung dengan kelompok teror dan meminta izin KBRI di Seoul. Setelah mendapat izin, pihak keamanan pada saat yang sama melakukan pelacakan keberadaan WNI dimaksud guna diperiksa dan mungkin dideportasi ke Indonesia.

Polisi Korsel juga menemukan bukti berupa pisau dan senjata M-16 mainan, serta buku-buku pada saat penangkapan di tempat tinggalnya.

“Saat ini, polisi masih menyelidiki apakah ada pihak-pihak lain yang turut bersimpati dengan yang bersangkutan sehingga merupakan risiko terhadap keamanan di Korsel,” jelas Iqbal.

Iqbal juga menuturkan selama proses hukum, KBRI akan terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan setempat serta memantau dan memberikan pendampingan kepada Hasyim untuk memastikan hak-hak hukumnya terpenuhi.

(Visited 134 times, 1 visits today)