Dikabarkan Tewas, Kapolri Antisipasi Strategi Bahrun Hindari Buruan Polisi

0
40
Dikabarkan Tewas, Kapolri Antisipasi Strategi Bahrun Hindari Buruan Polisi
Dikabarkan Tewas, Kapolri Antisipasi Strategi Bahrun Hindari Buruan Polisi

Indolah.com – Dikabarkan Tewas, Kapolri Antisipasi Strategi Bahrun Hindari Buruan Polisi, Petinggi organisasi teroris Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) asal Indonesia Muhammad Bahrun Naim alias Abu Rayyan alias Abu Aishah dikabarkan tewas di Suriah. Informasi ini tersebar lewat media sosial. Kepolisian tetap waspada dengan kemungkinan strategi Bahrun agar tak lagi dikejar kepolisian.

“Sampai saat ini sudah dicek Densus 88, intelijen, mereka belum mengkonfirmasi. Namun, dari media sosial memang berkembang isu itu bahwa dia meninggal. Kami belum bisa memastikan, kecuali bisa mendapatkan orang tertentu yang tahu dari mata kepalanya sendiri di jaringan itu, baru kita pastikan,” kata Kapolri jenderal Tito Karnavian, di pangkalan udara Pondok Cabe, Tangerang, Selasa (5/12).

Dikabarkan Tewas, Kapolri Antisipasi Strategi Bahrun Hindari Buruan Polisi

Informasi tewasnya Bahrun Naim sudah beberapa kali terdengar. Namun, informasi itu lagi-lagi belum bisa dipastikan kebenarannya.

Baca Juga : Presiden Jokowi Pilih KSAU Marsekal Hadi Jadi Calon Panglima TNI

Kapolri jenderal Tito Karnavian menyebut, pihaknya mengetahui bahwa kabar kematian Bahrun itu hanya dari media sosial yang digunakan kelompok teroris. Namun, katanya, Polri harus mencari sumber resmi yang akurat untuk memastikan kematian Bahrun.

Verifikasi melalui sumber resmi diperlukan untuk menghindari kabar bohong. Sebab bisa jadi kabar kematian itu dihembuskan sebagai bentuk strategi teroris.

“Bisa ini dia benar-benar meninggal, bisa tidak. Ini trik dia supaya tidak dikejar,” ungkap Tito.

Polri juga melakukan pencarian terhadap penyebar informasi kematian Bahrun di media sosial. Namun, ia enggan menyampaikannya secara rinci demi kepentingan pencarian.

“Saya ngomong begini kan pasti sampai ke mereka juga. Itu (informasi rinci) enggak saya sampaikan dulu sekarang,” imbuhnya.

Bahrun Naim disebut-sebut sebagai dalang aksi teror bom Thamrin, Jakarta Pusat, pada Januari 2016. Bahrun yang kerap disebut sebagai pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ini merupakan perekrut sejumlah teroris dari Indonesia.

Tito mencontohkannya dengan kasus bom di Jl. MH. Thamrin, Jakarta, pada Januari 2016. Bahrun dituding sebagai dalang insiden yang menewaskan delapan orang. Ia diyakini menjadi penyuplai dana untuk para pelaku. Kasus lainnya adalah penangkapan teroris di Balong, Ponorogo, Jawa Timur. Teroris tersebut tergabung dalam grup Telegram bernama “Warkop” yang juga dihuni Bahrun.

“Jadi peran dia mirip dengan peran Hambali pada saat jaman Al-Qaeda dengan JI (Jamaah Islamiyah) Indonesia, perantara itu disini (adalah) Bahrun Naim,” imbuhnya.

Sebelumnya, tersebar cuplikan layar (screenshot) melalui aplikasi pesan Whatsapp soal kabar kematian Bahrun. Dalam pesan itu terdapat keterangan (caption) yang disertakan bersama foto Bahrun bahwa pria kelahiran 1983 itu tewas pada Jumat (30/11).

“Inalilahi wa inna ilahi raji’un, telah gugur syahid saudara kita mujahid Bahrun Naim di Abu Hamam pada tanggal 30 November,” tulis keterangan dalam cuplikan layar dari grup WhatsApp, Senin (4/12).

Bahrun mulai dikenal luas setelah polisi menyebutnya sebagai dalang aksi teror di Jl. MH. Thamrin, Jakarta, pada Januari 2016. Ia bergabung dengan ISIS dan dipercaya mengendalikan jaringan teror di Indonesia.

Di dunia teror, Bahrun bukan benar-benar baru. Tahun 2010, ia dipenjara dua tahun atas kepemilikan ratusan butir peluru milik salah seorang anggota Jemaah Islamiyah.

(Visited 9 times, 1 visits today)