Divonis Penjara Satu Tahun Enam Bulan, Buni Yani Ajukan Banding

0
34
Divonis Penjara Satu Tahun Enam Bulan, Buni Yani Ajukan Banding
Divonis Penjara Satu Tahun Enam Bulan, Buni Yani Ajukan Banding

Indolah.com – Divonis Penjara Satu Tahun Enam Bulan, Buni Yani Ajukan Banding, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, memvonis 1 tahun 6 bulan penjara terhadap terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Buni Yani. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yakni 2 tahun penjara.

“Menyatakan terdakwa Buni yani terbukti melakukan dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa satu tahun enam bulan,” kata Ketua majelis hakim Saptono dalam pembacaan putusan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa (14/11/2017).

Divonis Penjara Satu Tahun Enam Bulan, Buni Yani Ajukan Banding

Hakim menilai Buni terbukti melawan hukum dengan mengunggah video di akun Facebook-nya tanpa izin Diskominfomas Pemprov DKI. Postingan itu berupa potongan video pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tanggal 27 September 2016, yang diunggah di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta.

Hakim Saptono mengungkapkan, hal yang memberatkan hukuman Buni adalah, perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan, dan terdakwa tidak mengakui kesalahannya.

Sedangkan keadaan yang meringankan terdakwa adalah belum pernah dihukum, dan mempunyai tanggungan keluarga.

Baca Juga : Pasangan di Tangerang Ditelanjangi dan Diarak, 4 Pelaku Ditangkap Polisi

Vonis itu lebih rendah dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang meminta Buni Yani divonis dua tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider tiga bulan.

Buni Yani melawan putusan hakim. Buni Yani dan tim pengacara mengajukan banding.

“Kami akan banding karena fakta-fakta persidangan tidak sesuai, karena tadi ribut, saya tidak mendengar perintah apapun soal eksekusi,” ujar pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian di ruang sidang gedung arsip Jalan Perpustakaan, Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11/2017).

Seusai putusan tersebut, Buni Yani tidak akan ditahan karena terdakwa mengajukan banding sehingga keputusan belum berkekuatan hukum tetap.

“Oleh karena upaya hukum, putusan ini belum menjadi keputusan hukum tetap,” ujar hakim.

Sementara, JPU menyatakan pikir-pikir atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa.

(Visited 17 times, 1 visits today)