Dukungan dan Harapan Candra Wijaya untuk Ahsan/Hendra

0
723

Jakarta – Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan berusaha menyudahi puasa gelar ganda putra di All England sejak 2003. Sebelum bertanding, mereka pun tak lupa minta restu ke salah satu seniornya yang 11 tahun lalu tampil jadi juara.
Candra Wijaya/Sigit Budiarto menjadi pasangan ‘Merah Putih’ terakhir yang mampu menggondol gelar juara ganda putra di All England 2003. Tinta emas itu diukir dengan mengalahkan ganda Korea Selatan Lee Dong Soo/Yoo Yong Sung dengan 15-5, 15-7.
Setelah itu jangankan gelar, pasangan ganda putra bahkan tak mampu ke final lagi, sampai akhirnya Ahsan/Hendra melakukannya pada All England tahun 2014 ini usai memenangi duel ‘Merah Putih’ lawan Gideon Markus Fernaldi/Markis Kido 21-7, 21-12 di partai semifinal.

Kini, Minggu (9/3/2014) malam WIB, Ahsan/Hendra akan berusaha meraih prestasi tertinggi, dan melanjutkan kesuksesan Candra/Sigit, saat berhadapan dengan ganda Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa.
“Hendra dan Ahsan kontak saya. Mereka mengabarkan sampai final dan minta doa restu. Semoga sikap itu menjadi berkah buat prestasi mereka,” ucap Candra kepada detikSport.
Candra, yang rupanya cukup terkesan dengan sikap rendah hati Hendra dan Ahsan untuk meminta dukungan dari dirinya, pun mengutarakan harapannya agar Indonesia bisa meraih gelar juara di All England kali ini, bukan cuma dari Ahsan/Hendra tetapi juga dari Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang turun di nomor ganda campuran.
“Saya beri dukungan 1000 persen untuk kemenangan mereka. Dukungan ini semoga bisa menjadi motivasi yang kuat. Bukan hanya di ganda putra, tapi juga di ganda campuran,” ujar eks-pemain nasional kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu

Dalam kariernya sendiri, Candra sempat dua kali meraih gelar juara di nomor ganda putra All England yakni pada tahun 1999 dan 2003. Sukses 1999 diukirnya bersama Tony Gunawan, yang kini hijrah ke Amerika Serikat, sedangkan empat tahun berikutnya bersama Sigit.
“Meski harus berjuang sendirian, kami sangat yakin bisa jadi juara saat itu. Motivasi saya cuma satu, bisa jadi juara All England lebih dari satu kali. Pengennya sih delapan kali seperti Rudi Hartono, tapi umur sudah tak bisa diajak kompromi,” beber pria berusia 38 tahun itu.
“Ya, semua pebulutangkis pasti ingin jadi juara di sini. Di Indonesia sosok Rudi memang selalu menjadi penyemangat: bisa jadi juara lebih dari satu kali. Bagi saya, final empat kali dan jadi juara dua kali memang belum cukup tapi ya itu tadi umur,” kata dia.
“Saya sempat gemes kok nggak ada lagi juara, atau ganda putra yang ke final lagi setelah itu. Rasanya saya ingin main lagi hahaha… Tapi sekarang sudah terjawab. Semoga Hendra/Ahsan sukses!”

(Visited 77 times, 1 visits today)