Filipina Gelar Referendum Penentu Perluasan Otonomi Daerah Muslim

0
154
Filipina Gelar Referendum Penentu Perluasan Otonomi Daerah Muslim
Filipina Gelar Referendum Penentu Perluasan Otonomi Daerah Muslim

Indolah.com – Filipina Gelar Referendum Penentu Perluasan Otonomi Daerah Muslim, Filipina mengadakan referendum penentu perluasan otonomi di daerah mayoritas Muslim yang tertuang dalam Undang-Undang Organik Bangsamoro, hasil persetujuan damai pada pemerintah dan kelompok pemberontak Front Pembebasan Islam Moro (MILF).

Pengambilan suara ini dipandang seperti salah satu perkembangan besar dalam upaya untuk akhiri perseteruan yang telah berkecamuk di selatan Filipina selama beberapa dekade.

“Kami semangat untuk memakai hak suara kami. Kami pasti akan pilih ‘Ya’ untuk perdamaian,” tutur seorang masyarakat Mindanao, Baimon Kambal Makakua, kepada Channel NewsAsia.

Seorang warga yang lain, Jembrah Abas, pun mengakui akan pilih ‘Ya’ sebab dia telah muak dengan perseteruan beberapa puluh tahun yang merenggut nyawa ayahnya itu.

“Saya lelah dengan semua kekerasan ini sebab bapak saya pun jadi salah satu korban,” tuturnya kepada AFP.

Undang-Undang Organik Bangsamoro (BOL) adalah implementasi dari persetujuan damai pada pemerintah dan MILF pada 2014 kemarin.

MILF ialah salah satunya grup pemberontak Muslim paling besar di Filipina yang sering meneror akan lakukan gerakan kembali bila perundingan gagal.

“Di Mindanao, tetap ada perseteruan. Di daerah berlainan, tentu ada perseteruan. Tetap. Bila ‘Ya’ menang, tidak akan ada kembali perseteruan. Ini ialah peluang kami. Kami tak perlu takut kembali. Ini ialah peluang,” papar Makakua.

Komisi Penentuan Umum Filipina memprediksi 74 % masyarakat yang mempunyai izin akan memakai hak pilihnya.

Hukum ini sebetulnya telah diaplikasikan semenjak tahun kemarin, tetapi harus tetap memperoleh kesepakatan dari konstituen yang ingin masuk.

Undang-Undang ini sendiri sebetulnya ialah pelebaran hasil dari perundingan damai pada pemerintah serta Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), grup pemberontak awal di Filipina yang adalah cikal akan MILF.

Baca Juga : Kebakaran Hebat Menghaguskan Rumah dan Pabrik Roti di Lubukpakam

Pada 1976, MNLF sampai persetujuan damai dengan pemerintah dengan pembentukan Lokasi Otonomi Muslim Mindanao (ARMM) yang dipandang tidak berhasil sebab tidak bisa membendung perlawanan bersenjata di lokasi itu.

Dalam perubahannya, MILF yang awalannya cuma grup sempalan MNLF ajukan pelebaran otonomi dalam persetujuan damai pada 2014 kemarin.

Dibawah hukum ini, Bangsamoro akan dikasihkan US$950 juta cost pembangunan saat 10 tahun ke depan, pun memperoleh sisi hasil dari pajak di daerah kekuasaan mereka.

Akan tetapi, pemerintah pusat tetap akan menggenggam kendali atas kepolisian walau pemimpin daerah otonom masih bisa ikut serta dalam soal keamanan.

Menjadi timbal balik, beberapa militan MILF yang diprediksikan sejumlah 30 ribu orang akan menyerahkan senjatanya kepada pemerintah.

(Visited 15 times, 1 visits today)