Gua Batu Cermin Objek Wisata Alam Yang Dahulu Berada di Dasar Laut

0
1446
Gua Batu Cermin Objek Wisata Alam Yang Dahulu Berada di Dasar Laut
Gua Batu Cermin Objek Wisata Alam Yang Dahulu Berada di Dasar Laut

Indolah.comGua Batu Cermin Objek Wisata Alam Yang Dahulu Berada di Dasar Laut, Gua Batu Cermin merupakan objek wisata alam yang berada di Kabupaten Manggarai Barat. Ditemukan pada tahun 1986, konon dahulu gua ini berada di dasar laut.

Menapakkan kaki ke Timur Indonesia wajib hukumnya bagi kalian para traveler! Banyak sekali tempat indah dan unik di sana. Jelajah kali ini kami mengunjungi gua yang konon berada di dasar laut dulu.

Berada di Kampung Wae Kesambi, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, haya sekitar 4 kilometer dari kota Labuan Bajo.

Tempat ini ditemukan oleh Pastor Belanda yang juga arkeolog, Theodore Verhoven tahun 1951. Unik! Kesan itulah yang paling kami rasakan saat menyusuri gua ini. Jalan dari pos menuju mulut gua berupa paving yang dibangun sejak gua diresmikan menjadi objek wisata pada tahun 1986.

Gua Batu Cermin Objek Wisata Alam Yang Dahulu Berada di Dasar Laut
Gua Batu Cermin Objek Wisata Alam Yang Dahulu Berada di Dasar Laut

Sepanjang jalan menuju bibir gua, mata dimanjakan oleh tanaman bambu berduri yang berada di samping kanan kiri jalan setapak, guguran daun dan doyong pohon memberi kesan alami tersendiri.

Sesampainya di bibir gua, kami diwajibkan memakai safety helmet dan membawa handlamp mirip pekerja proyek gorong-gorong. Karena gua ini cukup alami apa adanya, menjelajah isi gua ini harus ditemani oleh seorang ranger.

Bebatuan, lorong-lorong sempit, stalagtit, dan stalagmit yang menjulang alami di sepanjang gua mengharuskan kami untuk berjalan merunduk hingga jalan jongkok di beberapa titik. Menarik sekaligus menantang!

Di sepanjang perjalanan banyak kami dimanjakan dengan nuansa bawah laut yang kental. Mungkin ini alternatif yang bagus untuk kalian yang ingin merasakan suasana bawah laut tapi malas diving.

Baca JugaMenikmati Keindahan Pantai Kedung Tumpang di Tulungagung

Nuansa bawah laut didukung dengan bentukan fosil binatang-binatang laut yang sudah membatu. Kami menemui fosil ikan, penyu, dan ada pula bagian gua yang entah fosil atau bukan. Menyerupai sekumpulan ubur-ubur yang bergerombol.

Pemandangan tersebut semakin menguatkan pendapat Verhoven bahwa Pulau Flores ini dulu memang berada di dasar laut. Perjalanan berlanjut, kami terus menyusuri lorong sempit tiba di satu ruangan besar yang benar-benar gelap. Terlihat beberapa kelelawar tidur menggantung di langit-langit.

Keluar dari ruangan tersebut kami menjumpai bentukan batu menyerupai sekawanan ubur-ubur. Masih di tempat yang sama, agak jauh di atas kami terlihat batu yang menyerupai putri duyung yang barangkali memang seorang putri duyung yang dikutuk oleh ibunya.

Gua Batu Cermin Objek Wisata Alam Yang Dahulu Berada di Dasar Laut
Gua Batu Cermin Objek Wisata Alam Yang Dahulu Berada di Dasar Laut

Kami kembali menyusuri lorong hingga akhirnya sampai di titik dimana gua ini memperoleh namanya, Batu Cermin. Jangan membayang ada cermin besar di dalam gua ya, cermin di sini berupa sebuah lorong di mana di bagian atasnya ada celah tempat cahaya masuk.

Sekitar pukul 10.00 WITA hingga 12:00 WITA, cahaya matahari akan masuk dari celah tersebut. Dengan kemiringan yang tepat, cahaya matahari akan memantul ke dalam kemudian direfleksikan oleh dinding gua.

Sehingga akan terjadi fenomena di mana dinding gua yang memiliki kandungan semacam kristal akan memantulkan cahaya matahari layaknya cermin. Mungkin fenomena langka inilah yang membuat masyarakat lokal memberi nama gua yang diprediksi dulu berada di dasar laut menjadi Gua Batu Cermin.

(Visited 468 times, 1 visits today)