High Heel Church, Gereja Unik dan Cantik Yang Terletak di Taiwan

0
35

High Heel Church, Gereja Unik dan Cantik Yang Terletak di Taiwan

Indolah.comHigh Heel Church, Gereja Unik dan Cantik Yang Terletak di Taiwan. Jika Indonesia miliki gereja unik berupa ayam di Yogyakarta, Taiwan miliki gereja berupa sepatu kaca. Ya, sepatu kaca. Serupa sepatu kaca Cinderella, bangunan berkaca biru itu dibuat mirip sepatu hak tinggi. Dinamakan High Heel Wedding Church, kamu dapat lihat bagaimana megahnya gereja ‘sepatu kaca’ itu di Kota Budai, Propinsi Chiayi.

Sebab memiliki bentuk yang unik, gereja yang juga dikenal menjadi Blue High Heel Church itu jadi salah satunya atraksi wisata menarik buat wisatawan Taiwan. Dibuat dengan memakai 320 panel kaca berwarna biru serta 1.269 buah baja, pembangunan High Heel Wedding Church habiskan cost sebesar 477 ribu Poundsterling atau sama dengan Rp 9 miliar.

Berada di Chiayi Budai Seascape Park, High Heel Wedding Church mempunyai ukuran panjang 25 meter, ketinggian 17 meter, serta lebar 11 meter.

Dibuat pada Juni 2016, gereja unik di Taiwan itu tuntas pada Januari 2017 serta mulai di buka pada 8 Februari 2017, pas saat Hari Raya Tahun Baru China atau Imlek.

Mencuplik BBC, jubir pemerintah ditempat, Pan Tsuei-ping, mengutarakan jika High Heel Wedding menyengaja dibuat untuk beberapa wanita. “Kami ingin membuat jadi tempat yang romantis serta membahagiakan buat pengunjungnya. Sebab tiap-tiap gadis memikirkan bagaimana tampilan mereka saat menikah nantinya,” tuturnya.

Baca juga : Pemuda Jepang ini Viral Karena Pintar Memainkan Sabun

Gereja yang berupa sepatu kaca Cinderella ini di inspirasi dari cerita susah di daerah ditempat yang berlangsung seputar pada tahun 1950-1960an.

Narasi itu mengenai seseorang wanita bermarga Wang yang kehilangan kakinya sebab wabah epidemi Blackfoot. Gadis berusia 24 tahun itu sangat terpaksa merelakan kakinya untuk diamputasi serta menggagalkan pernikahannya. Pada akhirnya, dia belum pernah menikah serta habiskan bekas hidupnya di gereja.

Narasi itu membuat pemerintah ditempat pada akhirnya membuat High Heel Wedding Church menjadi monumen peringatan buat beberapa wanita yang menanggung derita penyakit sama.

Blackfoot Disease adalah penyakit epidemi yang menempa daerah pesisir, sebab mengkonsumsi air yang memiliki kandungan senyawa arsenik.

Penyakit ini membuat pembuluh darah di tungkai bawah jadi rusak berat. Oleh karenanya, beberapa wanita di waktu itu yang kehilangan waktu untuk wujudkan mimpi mereka berjalan diatas karpet memakai sepatu memiliki hak tinggi yang indah di hari pernikahannya.

High Heel Wedding Church bukan sekedar berisi gedung ‘sepatu kaca’ saja, tapi ikut ada 100 instalasi women-oriented, seperti kursi couple, pohon maple, biskuit, serta kue. Sebab memiliki bentuk yang unik, High Heel Wedding Church memperoleh penghargaan Guinness World of Records dengan predikat bangunan paling besar yang berupa sepatu.
Walau dinamakan menjadi gereja, High Heel Wedding Church tidak dipakai untuk melaksanakan ibadah seperti gereja biasanya. Tapi cuma dipakai dengan hanya terbatas untuk session pemotretan pre-wedding serta pemberkatan pernikahan.

Buat kamu yang bukan penganut agama Kristen, tak perlu sangsi untuk bertandang, sebab High Heel Wedding Church tidak batasi pengunjungnya. Bangunan ini membuka setiap waktu serta setiap saat, hingga dapat kamu datangi setiap saat saat liburan ke Taiwan.

(Visited 12 times, 1 visits today)