HTI Bantah Jadi Aktor Utama Dibalik Aksi #2019GantiPresiden

0
290
HTI Bantah Jadi Aktor Utama Dibalik Aksi #2019GantiPresiden
HTI Bantah Jadi Aktor Utama Dibalik Aksi #2019GantiPresiden

Indolah.com – HTI Bantah Jadi Aktor Utama Dibalik Aksi #2019GantiPresiden, Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto membantah HTI dianggap sebagai pemilik kendali #2019GantiPresiden. HTI dituduh menjadi aktor di balik deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya oleh GP Ansor.

Ismail menyebutkan jika tuduhan GP Ansor itu fitnah. Dengan tegas, dirinya menyakini jika HTI tidak mempunyai andil apa pun dalam jalannya #2019GantiPresiden.

“Fitnah. Ngawur, tidak ada itu,” kata Ismail, Selasa (28/8/2018).

Argumen GP Ansor yang menyebutkan HTI menjadi aktor utama adalah ada kedekatan HTI dengan inisiator #2019GantiPresiden. Hal itu dibuktikan dengan adanya tapping atau perekaman gambar antara HTI dengan #2019GantiPresiden.

Akan tetapi, lagi-lagi Ismail membantahnya. Ia menyampaikan jika suatu yang biasa jika lakukan perekaman gambar bersamanya. Akan tetapi, ia memperingatkan untuk janganlah beranggapan jika HTI aktor sebetulnya dari #2019GantiPresiden.

“Ada tapping. Tapping itu dengan siapapun,” katanya.

Walaupun demikian, dianya kesal lihat perlakuaan persekusi yang di terima oleh aktivis #2019GantiPresiden, Neno Warisman di Pekanbaru, Riau beberapa waktu lalu.

Dianya memandang jika pergerakan itu sah bahkan juga Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga tidak melarang dengan pergerakan itu.

Baca Juga : Perompak Yang Bunuh Bripka Faisal Berasal Dari Kelompok Setan Botak

“KPU menyampaikan itu boleh kok berkampanye. Sekarang dihadang-hadang, masalah? Sampai ibu-ibu diperlakukan semacam itu, kasih makan tidak boleh, mencari makan tidak boleh, negara macam apakah kaya begini?” tuturnya.

Menurut dia pergerakan #2019GantiPresiden tidak termasuk dalam kampanye untuk memberi dukungan salah satu pasangan bakal capres-cawapres. Malah, kata Ismail, yang termasuk juga ke kelompok kampanye untuk beri dukungan paslon jika disebut nama.

“Jika 2019 Jokowi dua periode, Nah, itu tuh kampanye. Tetapi jika ini, 2019 ganti presiden, apanya coba?,” ujarnya.

Untuk di ketahui, Gerakan Pemuda Ansor Surabaya menduga deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya ditunggangi kelompok-kelompok pro khilafah. Salah satunya kelompok yang pro khilafah ialah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

GP Ansor lihat pihak HTI dengan inisator gerakan deklarasi itu sempat mengambilkan gambar, salah satunya mengatakan #2019GantiPresiden. Lalu dari pihak HTI bicara 2019 ganti sistem.

(Visited 42 times, 1 visits today)