Ini Penyebab Dan Kronologi Kerusuhan Di Tanjung Balai Menurut Kepolisian

0
1283
Penyebab Dan Kronologi Kerusuhan Di Tanjung Balai Menurut Kepolisian
Penyebab Dan Kronologi Kerusuhan Di Tanjung Balai Menurut Kepolisian

Indolah.comPenyebab Dan Kronologi Kerusuhan Di Tanjung Balai, Beberapa Vihara dan Klenteng di Kota Tanjung balai dirusak dan dibakar oleh massa pada hari Jumat (29/7) malam hari.

Dilaporkan sebanyak 9 vihara dan klenteng yang ada di ‘Kota Kerang’ Tanjung Balai itu dibakar warga.

Kronologi Kerusuhan Di Tanjung Balai Menurut Kepolisian

Penyebab Dan Kronologi Kerusuhan Di Tanjung Balai

Berikut kronologi kerusuhan yang disampaikan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting.

“Kejadian Kerusuhan ini berawal dari adanya permintaan seorang warga Tionghoa yang berinisial M (41), warga Jalan Karya Tanjungbalai Balai yang menegur nazir Masjid Al Makhsum yang ada di Jalan Karya dengan maksud agar mengecilkan volume mikrofon yang ada di masjid, di mana menurut nazir masjid bahwa hal tersebut telah diungkapkan beberapa kali,” Ucap Rina.

Setelah selesai salat Isya, sekitar pukul 20.00 jemaah dan nazir masjid menjumpai M ke rumahnya. Kepala lingkungan mengamankan M dan suaminya ke kantor lurah. Karena
suasana pada saat itu sudah agak memanas, maka M dan suaminya diamankan ke Polsek Tanjungbalai Selatan.

Baca JugaKerusuhan di Tanjung Balai, 9 Vihara Dibakar

Setibanya di Polsek lalu dilakukan pertemuan dengan melibatkan Ketua MUI, Ketua FPI, camat, kepling dan tokoh masyarakat setempat. Pada saat bersamaan massa mulai banyak berkumpul yang dipimpin kelompok elemen mahasiswa serta melakukan orasi. Selanjutnya massa yang diimbau sempat membubarkan diri.

warga tanjung balai

Pada pukul 22.30 massa kembali berkumpul karena diduga telah mendapat informasi melalui media sosial yang diposting salah seorang warga. Selanjutnya massa kembali mendatangi rumah M di Jalan Karya. Mereka hendak membakar namun dilarang oleh warga sekitar.

Karena massa sudah semakin banyak dan semakin emosi, selanjutnya massa bergerak menuju Vihara Juanda yg berjarak sekitar 500 meter dari Jalan Karya. Upaya pembakaran
diadang personel Polres Tanjungbalai, namun terjadi pelemparan menggunakan batu sehingga vihara tersebut mengalami kerusakan.

Selanjutnya massa bergerak melakukan tindakan pembakaran dan pengerusakan di sejumlah vihara dan klenteng di Tanjungbalai.

Massa melakukan pembakaran terhadap 1 unit Vihara dan 3 unit klenteng 3 unit mobil, 3 unit sepeda motor dan 1 unit betor di Pantai Amor; merusak barang-barang 1 unit klenteng di Jalan Sudirman, merusak barang-barang 1 unit klenteng dan 1 unit praktik pengobatan Tionghoa serta 1 unit sepeda motor di Jalan Hamdoko

Merusak barang-barang 1 unit klenteng di Jalan KS Tubun dan 1 unit bangunan milik Yayasan Putra Esa di Jl Nuri membakar barang-barang dalam 1 unit vihara di Jalan Imam Bonjol, merusak isi bangunan Yayasan Sosial dan merusak 3 unit mobil di Jalan WR Supratman, merusak pagar vihara di Jalan Ahmad Yani, membakar barang-barang yang ada dalam 1 unit klenteng di Jalan Ade Irma.

“Jenis barang-barang yang dibakar maupun yg dirusak massa di dalam vihara dan Kelenteng itu berupa peralatan sembahyang seperti dupa, gaharu, lilin, minyak dan kertas, meja, kursi, lampu, lampion, patung Budha, dan gong,” Ucap Rina.

* Merdeka

(Visited 3,706 times, 1 visits today)