Jalan-Jalan Melihat Keunikan Corfu dan Malta

0
1244

Indolah.com – Jalan-Jalan Melihat Keunikan Corfu dan Malta. Laut Mediterania atau juga yang sering disebut sebagai Laut Tengah adalah adalah laut antar benua terletak antara Eropa di utara, Afrika di selatan, dan Asia di timur. Laut ini mencakup wilayah seluas 2,5 juta kilometer persegi.

Pada masa lalu, laut ini merupakan jalur lalu lintas yang sibuk. Sebagai jalur perdagangan dan pertukaran budaya antara orang Mesir, Yunani kuno, Romawi kuno dan Timur Tengah. Sejarah Mediterania berperan penting untuk permulaan dan perkembangan peradaban barat.

Corfu

Jalan-Jalan Melihat Keunikan Corfu dan Malta
Jalan-Jalan Melihat Keunikan Corfu dan Malta

Melalui Laut Mediterania, Oceania Cruise berangkat dari utara Yunani menuju Selatan Eropa. Athena, Olympia, Corfu, Sicilia, Malta dan kembali ke Yunani tepatnya di Santorini.

Jangan melewatkan Corfu, jika anda hendak menyambangi Yunani, dalam rencana wisata Eropa anda. Corfu adalah pulau indah yang menjadi destinasi populer jika anda berkunjung ke negeri para Dewa Dewi.

Secara geografis, Pulau Corfu terletak di bagian paling utara kepulauan Pantai Lonina, Yunani. Pulau ini sendiri terletak tepat di tepi Pantai Adriatik, sangat dekat dengan negara induk Yunani dan Albania.

Pulau dengan area seluas 592 kilometer persegi dan penduduk sejumlah lebih dari 35.000 jiwa ini memiliki sejarah yang sarat dengan pertempuran dan penaklukan.

Warisan dari perjuangan terlihat dalam bentuk benteng, gereja juga istana atau kastil sebagai tempat perlindungan. Pada tahun 2007, Corfu dinobatkan sebagai pulau warisan dunia dengan sebutan kastropolis atau kota kastil.

Salah satu peninggalan yang juga menjadi destinasi wisata yang populer di Corfu adalah Paleokatristka, sebuah gereja Ortodok yang bentuknya seperti kastil, terletak  25 mill dari pusat Kota Corfu.

Gereja ini berada di atas tebing dan menjadi salah satu saksi masa-masa peperangan Corfu. Meskipun mungil,  Paleokatritska ditata dengan sangat apik, taman mungil dengan bunga aneka warna  menyambut di teras. Interior gerejanya pun sangat artistik.

Selain Paleokatritska, daerah tujuan wisata lainnya di Corfu adalah Kanoni. Letaknya di bukit dan kita bisa melihat lansekap Corfu dari ketinggian. Di Kanoni juga tersebar kafe dan restaurant. Jika Anda ingin singgah lebih lama di Corfu di Kanoni juga terdapat hotel dan penginapan.

Dari Kanoni, kita bisa melihat bahwa secara kesuluruhan Corfu adalah pulau yang sangat lengkap, perbukitannya asri,  lautannya berwarna biru toska yang memesona dan arsitektur bangunan yang sarat sejarah.

Baca juga: Tempat Wisata Kabupaten Semarang Mulai Berbenah Untuk Lebaran

Dahulunya,  penduduk Corfu adalah pelaut sama halnya dengan penduduk Venice, Italia. Namun ketika Corfu diserang dan  terdesak oleh Turki, mereka naik ke daratan dan membangun benteng-benteng pertahanan dan juga bercocok tanam sebagai upaya mempertahankan hidup.

Komoditas yang dominan dari Corfu adalah zaitun. Buah zaitun dan produk olahannya,  memenuhi pasar-pasar di Yunani.  Mulai dari buahnya yang dijadikan dasar untuk membuat salad, lalu ada pula aneka toiletris seperti sabun, pelembab tubuh, hingga minyak zaitun.

Tak lama, Corfu jatuh di bawah kekuasaan Inggris setelah Perang Napoleon. Corfu akhirnya diserahkan oleh kerajaan Inggris bersama dengan pulau-pulau yang tersisa di Kepulauan Ionian, dan unifikasi dengan Yunani modern. Perjanjian ini disimpulkan dalam 1864 di bawah Traktat London.

Setelah Paleokatritska dan Kanoni, para turis biasanya mengunjungi pusat kota. Pusat kota Corfu padat dengan penduduk dan menjadi pusat bisnis. Corfu bisa disebut lebih kosmopolitan dari ibu kota Yunani, Athena dan juga Olympia.

Bangunan-bangunannya terdapat campuran pengaruh dari para penjajah sebelumnya, Venice dan Inggris. Pengaruh Inggris juga sangat kuat pada arsitektur gerejanya.

Malta

Valletta Cruise Port
Valletta Cruise Port

Dari Corfu, Oceania Cruise kemudian menyambangi Malta atau Valleta. Sebuah negara makmur di Selatan Italia. Di Malta, Oceania melego jangkar di Valleta Cruise Port. Ini tempat singgah kapal-kapal pesiar yang membawa ribuan turis berwisata ke Malta.

Meski termasuk dalam kategori negara terkecil keenam di dunia dengan luas 112 kilometer persegi, Malta masuk dalam urutan 100 negara makmur tahun 2016 yang dirilis oleh Bank Dunia. Malta menempati posisi ke 36.

Sektor pariwisata menyumbang hampir 40 persen pendapatan negara, sisanya datang dari sektor perdagangan, jasa dan industri perkapalan. Meskipun kecil, kontur Malta yang perbukitan, cukup melelahkan juga kalau dikelilingi dengan berjalan kaki.

Tapi jangan khawatir, Malta sangat mengerti bahwa untuk mengakomodasi padatnya turis dengan memperbaiki sistem transportasinya.

Sehingga para turis tidak kesulitan untuk tetap berkeliling malta menjangkau semua sudut kota bersejarah ini dengan angkutan umum. Ada bus umum, bus khusus turis, dan juga delman.

Wisata menjadi sumber pendapatan Malta yang cukup dominan,  lebih dari dua juta wisatawan pada peak season mampir ke negara yang pernah menjadi jajahan Inggris hingga tahun 1970 ini.

Di Malta, tata bangunannya dipengaruhi oleh arsitektur Baroque dari era 1600 hingga 1700 Masehi. Ciri-cirinya kota didominasi oleh gereja ataupun benteng sebagai pusat administrasi negara.

Jika anda ingin berburu suvenir khas Malta, silakan mampir ke Republik Street. Para seniman jalanan Malta, ada di sepanjang jalan ini. Mulai  dari kerajinan tangan seperti aksesoris, lukisan hingga musisi jalanan yang menjual CD instrumentalia Malta.

 

(Visited 209 times, 1 visits today)