Jelang HUT RI, Pengusaha Pernah Pernik Merah Putih Banjir Orderan

0
74
Jelang HUT RI, Pengusaha Pernah Pernik Merah Putih Banjir Orderan
Jelang HUT RI, Pengusaha Pernah Pernik Merah Putih Banjir Orderan

Indolah.com, Tulungagung – Jelang HUT RI, Pengusaha Pernah Pernik Merah Putih Banjir Orderan, Agustus menjadi momentum yang paling ditunggu para pengusaha bendera dan pernak-pernik kemerdekaan RI. Sebab omzet penjualan mengalami lonjakan yang signifikan dibandingkan hari-hari biasa.

Salah seorang pengusaha dan distributor pernak-pernik kemerdekaan di Tulungagung Imam Syafi’i mengatakan, pada tahun ini omzet penjualan bendera merah putih meningkat 50 persen. Peningkatan paling banyak terjadi untuk segmen rumah tangga dan perkantoran.

“Mulai Juli sampai sekarang sudah ada sekitar 5.000 bendera yang terjual. Ukuran yang paling banyak dibeli masyarakat untuk dipasang di rumah, itu ukurannya 120 x 80 sentimeter sedangkan kedua untuk kantor 180 x 120 sentimeter,” kata Imam, Jumat (6/8/2019).

Baca Juga: Kabar Duka Cita, Mbah Moen Meninggal Dunia di Mekah

Jelang HUT RI, Pengusaha Pernah Pernik Merah Putih Banjir Orderan

Bahkan untuk memenuhi pesanan bendera, warga Kelurahan Kampung Dalem Kecamatan/Kabupaten Tulungagung ini mengaku kewalahan. Sebab proses produksi di tingkat penjahit mengalami keterlambatan akibat tingginya permintaan.

Sementara itu untuk umbul-umbul serta beberapa pernak-pernik kemerdekaan mengalami peningkatan sekitar 20 persen. Lonjakan terjadi khusus untuk permintaan dari luar kota, sedangkan permintaan dalam kota justru melandai.

“Untuk dalam kota masih stagnan. Kami tidak tahu apa penyebabnya, bisa jadi memang ada variasi pernak-pernik. Seperti penggunaan lampu LED untuk pengganti umbul-umbul,” terangnya.

Imam mengaku umbul-umbul produksinya memiliki aneka bentuk dam model. Mulai dari zigzag, rontek garuda, kipas hingga model klasik. Seluruh pernak-pernik tersebut diproduksi di dalam kota. Masing-masing umbul-umbul dijual mulai Rp 20 ribu hingga Rp 70 ribu per lembar.

“Untuk umbul-umbul sudah terjual sekitar 5 ribu juga. Untuk sekarang yang paling laku adalah model lurus atau kembali ke model klasik,” imbuhnya.

Di sisi lain, Imam menjelaskan, produksi aneka pernak-pernik untuk perayaan hari kemerdekaan membutuhkan strategi khusus. Mulai dari produksi hingga pemasaran. Pada tingkat produksi, para pengusaha terkadang memiliki risiko penurunan keuntungan akibat meningkatnya harga kain atau bahan baku. Sedangkan untuk menyiasati sepinya pasar dalam kota ia gencar membidik segmen di luar kota.

(Visited 11 times, 1 visits today)