Jurnalis yang Diintimidasi di Munajat 212 Lapor Polisi

0
176
Jurnalis yang Diintimidasi di Munajat 212 Lapor Polisi
Jurnalis yang Diintimidasi di Munajat 212 Lapor Polisi

Indolah.com – Jurnalis yang Diintimidasi di Munajat 212 Lapor Polisi, Jurnalis detikcom yang diintimidasi di Munajat 212 melakukan visum dan melapor ke polisi. Intimidasi itu berlangsung di Monas, Kamis (21/2/2019) malam.

Dalam siaran pers Aliansi Jurnalis Independen atau AJI Jakarta, sang jurnalis detikcom dipiting oleh seorang yang ingin menghapus gambar. Waktu itu sang jurnalis tengah merekam kekacauan yang berlangsung di Munajat 212. Jurnalis detikcom itu tidak ingin menyerahkan ponselnya.

Massa lalu menggiring jurnalis detikcom ke tenda VIP sendirian. Walau sudah mengakui menjadi wartawan, mereka masih tidak perduli. Disana, ia pun dipukul serta dicakar, tidak hanya diminta jongkok di dalam kepungan belasan orang.

Akan tetapi pada akhirnya hp wartawan itu diambil paksa. Semua foto serta video di hp itu dihapus. Bahkan juga aplikasi WhatsApp juga dihapus, diduga supaya pemilik tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain.

Selesai peristiwa itu, korban langsung melapor ke Polres Jakarta Pusat serta lakukan visum.

Jurnalis CNNIndonesia.com yang meliput di tempat peristiwa turut jadi saksi kekerasan itu. Sesaat jurnalis Nada.com yang berupaya melerai kekerasan serta intimidasi itu sangat terpaksa kehilangan ponselnya.

Baca Juga : Cemburu, Suami di Bengkulu Tega Bunuh Istri yang Hamil Tua

Aliansi Jurnalis Berdiri sendiri (AJI) Jakarta mengutuk tindakan kekerasan serta intimidasi oleh massa FPI pada jurnalis yang tengah liputan. Kami memandang aksi laskar FPI meniadakan rekaman video ataupun photo dari camera jurnalis CNN Indonesia TV serta Detikcom ialah tindakan menantang hukum. Mereka sudah menghalang-halangi kerja jurnalis untuk penuhi hak publik dalam mendapatkan info.

Masalah 8 Undang Undang Nomer 40 Tahun 1999 mengenai Wartawan mengatakan, dalam menjalankan profesinya jurnalis mendapatkan perlindungan hukum. Kerja-kerja jurnalistik itu mencakup mencari bahan berita, mendapatkan, mempunyai, menaruh, memproses, sampai mengemukakan untuk publik. Diluar itu, mereka dapat juga dijaring masalah pidana yang mengacu pada KUHP, dan Masalah 18 UU Wartawan, dengan intimidasi dua tahun penjara atau denda Rp500 juta.

Masalah intimidasi serta kekerasan pada jurnalis yang menyertakan massa FPI bukan sekedar berlangsung kesempatan ini saja. Awal mulanya massa FPI sempat lakukan pemukulan pada jurnalis Tirto.id Reja Hidayat di Markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 30 November 2016 kemarin.

AJI Jakarta menekan aparat kepolisian tangkap beberapa aktor serta diadili di pengadilan sampai memperoleh hukuman seberat-beratnya supaya ada dampak kapok. Hingga masalah sama tidak terulang lagi di waktu yang akan datang.

Diluar itu menekan aparat kepolisian menginvestigasi selesai beberapa kasus kekerasan pada jurnalis awal mulanya. Karena, sampai sekarang belumlah ada masalah kekerasan pada jurnalis yang selesai sampai pengadilan. Terakhit menyarankan penduduk supaya tidak lakukan intimidasi, persekusi serta kekerasan pada jurnalis yang tengah liputan.

(Visited 26 times, 1 visits today)