Kanada Cabut Kewarganegaraan Kehormatan Aung San Suu Kyi

0
152
Kanada Cabut Kewarganegaraan Kehormatan Aung San Suu Kyi
Kanada Cabut Kewarganegaraan Kehormatan Aung San Suu Kyi

Indolah.com – Kanada Cabut Kewarganegaraan Kehormatan Aung San Suu Kyi, Parlemen Kanada telah memutuskan untuk mencabut status kewarganegaraan kehormatan yang diberikan pada pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi karena krisis Rohingya.

Keputusan itu di setujui dengan suara bulat dalam voting yang diselenggarakan parlemen Kanada pada Kamis (27/9) waktu setempat. Pemerintah Kanada awal mulanya sudah memberi status kehormatan langka itu untuk Suu Kyi pada tahun 2007.

Akan tetapi reputasi internasional peraih Nobel itu sudah tercoreng dengan penolakannya untuk mengecam kekejaman yang dilakukan militer Myanmar pada penduduk minoritas muslim Rohingya. Pekan lalu, pemerintah Kanada mengatakan kekejaman militer Myanmar itu sama juga dengan genosida atau pembersihan etnis Rohingya.

“Pada 2007, parlemen memberi Aung San Suu Kyi status kewarganegaraan kehormatan Kanada. Ini hari, parlemen dengan suara bulat melepaskan mosi untuk mencabut status ini,” tutur Adam Austen, juru bicara Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (28/9/2018).

Austen menyebutkan “penolakan terus-menerus Suu Kyi untuk mengecam genosida Rohingya” menjadi alasan pencabutan status kehormatan itu.

Baca Juga : Pelaku Penusukan Kacab Bank di Kediri Ternyata Anak Buah Sendiri

“Kami selalu mendukung Rohingya dengan memberi pertolongan kemanusiaan, mengaplikasikan sanksi-sanksi pada beberapa jenderal Myanmar dan menuntut supaya mereka yang bertanggungjawab diadili di depan badan internasional yang kompeten,” kata Austen.

Pemerintah Kanada begitu jarang memberi status kewarganegaraan kehormatan. Tidak hanya Suu Kyi, status itu cuma dikasihkan pada lima orang yang lain termasuk juga Dalai Lama, Nelson Mandela dan Malala Yousafzai, aktivis pendidikan anak-anak wanita yang sempat ditembak kelompok militan Taliban.

Operasi militer Myanmar yang dilakukan tahun lalu sudah mengakibatkan lebih dari 700 ribu masyarakat Rohingya kabur ke negara tetangga, Bangladesh. Banyak dari mereka yang melaporkan praktik pembunuhan dan pemerkosaan massal yang dilakukan militer Myanmar.

Misi pencari fakta PBB juga sudah meluncurkan laporan yang memaparkan kekejaman yang dilakukan militer Myanmar pada warga Rohingya. PBB bahkan juga sudah membuat satu panel untuk mempersiapkan tuduhan pada panglima militer Myanmar dan lima komandan militer tinggi yang lain atas kejahatan pada kemanusiaan.

(Visited 24 times, 1 visits today)