Kapolri Menegaskan Bahwa Pelaku Pembakaran Hutan Agar Dihukum Berat

0
530

Kapolri Menegaskan Bahwa Pelaku Pembakaran Hutan Agar Dihukum Berat

Indolah.com – Polri masih menangani kasus pembajakan hutan dan lahan yang menyebabkan terjadinya kabut asap hingga ke negara-negara tetangga. Bagaimana hukuman yang setimpal untuk para pelaku?

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan para pelaku dikenakan Undang-undang Pengelolaan dan Pelestarian Lingkungan Hidup, UU Kehutanan dan UU Perkebunan.

“Yang ancaman hukumannya itu minimal 3 tahun (penjara). Maksimal ada yang 10 tahun, ada yang 15 tahun, atau dan dendanya Rp 5 miliar sampai Rp 15 miliar,” kata Badrodin di Jakarta, Rabu (14/10/2015).

“Maksimalnya bagaimana, ya kita normatifnya kepada pasal itu, ancaman pidananya berapa. Silakan nanti hakim yang akan memberikan pertimbangan, mana yang memperberat, mana yang memperingan hukuman, itu semua diserahkan ke Majelis Makim. Karena memang ada hukumannya, nggak mungkin keluar dari situ,” sambungnya memaparkan.

Badrodin tak mau berandai-andai soal kemungkinan putusan ringan terhadap pelaku. Badrodin mengatakan, dalam perspektif penyidikan, penyidik bekerja mencari alat bukti yang menguatkan adanya seorang tersangka atau koorporasi yang disangkakan melakukan tindak pidana.

“Faktor-faktor yang memberatkan tentu juga kita sampaikan di dalam BAP. Sehingga jadi pertimbangan Majelis Hakim,” ujarnya.

“Kita juga tidak bisa mempengaruhi Majelis Hakim,” imbuhnya.

Berdasarkan data Bareskrim Polri hingga tangga 12-Oktober, polisi di berbagai daerah di Indonesia sejauh ini menangani sebanyak 244 laporan kasus kebakaran hutan dan lahan. 38 kasus di antaranya siap dibawa ke meja hijau.

“Hingga hari ini, jumlah laporan perkara 244 kasus, (rinciannya) 194 perorangan, 50 korporasi,” kata Kabareskrim Komjen Anang Iskandar.

“Perkara yang sudah tahap II 38 kasus perorangan,” sambungnya.

Anang mengatakan, sebanyak 122 kasus telah dalam proses penyidikan. Sementara perkara yang sudah masuk tahap satu sebanyak 37 kasus Sedangkan perkara yang sudah P21 sebanyak 23 kasus perorangan.

Baca juga: Berkat Enceng Gondok Fransiskus Selamat Dari Kecelakaan Helikopter di Danau Toba

Sejauh ini polisi telah menetapkan 233 tersangka dalam kasus kebakaran lahan dan hutan. 213 di antaranya merupakan tersangka perorangan dan 16 tersangka koorporasi.

“2 korporasi PMA (Penanaman Modal Asing) yang telah dilakukan penyidikan PT ASP, PT KAL yang ditangani Polda Kalbar. 3 korporasi PMA sedang dilakukan penyelidikan,” ujar Anang.

Dalam kasus kebakaran lahan dan hutan ini, lanjut Anang, polisi telah menahan 77 tersangka dengan rincian 72 tersangka perorangan dan 5 tersangka korporasi.

(Visited 114 times, 1 visits today)