Kasus Masyarakat Keracunan Gas PT SMGP Lagi

0
61
Kasus Masyarakat Keracunan Gas PT SMGP, Bukan Kasus Pertama!
Kasus Masyarakat Keracunan Gas PT SMGP, Bukan Kasus Pertama!

Indolah.com – Kasus Masyarakat Keracunan Gas PT SMGP Terjadi LagiKasus Warga Keracunan Gas PT SMGP Kembali. Walhi Sumatera Utara minta Presiden Jokowi memberikan perhatian pada aktivitas PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Kecamatan Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Dalam dua tahun akhir, Walhi menulis kegiatan perusahaan telah 6x membuat masyarakat keracunan.

Beberapa puluh masyarakat di Dusun Sibanggor Julu, Kecamatan Pucuk Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) keracunan gas dari project PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP), Minggu (24/4).

Bencana kembali terjadi pada Selasa (27/9) kemarin. Terdaftar 79 masyarakat jadi korban keracunan atas kelengahan PT SMGP dan harus dirawat.

“Ini sebagai peristiwa yang ke enam sepanjang periode waktu 2 tahun akhir. Bahkan juga pada 25 Januari 2021 lalu, 5 orang wafat dan 44 orang tidak sadarkan diri diperhitungkan karena mengisap gas beracun dari aktivitas itu,” kata Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Doni Latupeirissa, Kamis (29/9).

Walau terus memunculkan korban, kata Doni, pemerintahan tidak juga memberi ancaman tegas untuk perusahaan itu. Sejauh ini pemerintahan cuma menghentikan sementara kegiatan project.

“Operasi penambangan panas bumi yang sudah dilakukan oleh PT SMGP ini pernah memunculkan korban jiwa dan masalah kesehatan dan kerusakan lingkungan dan rugi secara ekonomi untuk masyarakat di tempat,” katanya.

Doni menambah dari info yang digabungkan Walhi Sumut saat peristiwa 27 September lalu, awalannya warga sudah dengar publikasi jika PT SMGP akan lakukan aktivitas tes alir sumur yang ada di wellpad T-11 yang bekerja di Dusun Sibanggor Julu, Kecamatan Sorik Marapi Kabupaten Madina pada jam 15.00 WIB.

“Masyarakat disarankan untuk menjauhi titik tes alir sumur s/d kegiatan pengetesan itu usai dilaksanakan. Namun ketika yang bertepatan masyarakat menghirup bau yang tidak lezat keluar titik aktivitas tes alir sumur yang ada di wellpad T-11,” urainya.

Menurut Doni masyarakat rasakan tanda-tanda mual, muntah bahkan alami tidak sadarkan diri. Berbau itu diindikasi sudah tercemar oleh paparan gas H2S. Masyarakat mengaku jika berbau yang masuk ke daerah permukiman lebih berbau seperti wewangian telur busuk.

Baca Juga: 6 Unit Damkar bergerak Untuk Memadankan Api di Pasar Sentiong

“Di saat peristiwa banyak masyarakat sedang melakukan aktivitas disekitaran well pad T. Jarak daerah urus warga dengan titik semburan lumpur sekitaran 200 mtr. sampai 1 km. Sesudah beberapa saat paparan berbau semakin makin tambah meluas, masyarakat akui ada anjuran supaya mereka selekasnya untuk menjauhi lokasi,” katanya.

Atas peristiwa yang kembali terulang lagi itu, Walhi Sumut minta Presiden RI dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengutamakan keselamatan dan kesehatan rakyat.

“Bila atas kejadian ini pemerintahan tidak lakukan usaha protektif dan tidak tutup semua kegiatan yang sudah dilakukan oleh PT SMGP karena itu bisa disebutkan jika Pemerintahan Indonesia abai pada nasib rakyat dan turut serta dalam aktor kejahatan lingkungan hidup dan manusia yang terancang dan struktural,” tegasnya.

Terpisah, Head Corporate Communications PT SMGP Yani Siskartika menjelaskan perusahaan melakukan aktivitas tes alir sumur T-11 pada 27 September 2022 dalam rencana penyiapan Unit III. Aktivitas itu diawali jam 15.10 WIB dan disetop sementara untuk pergantian oksigen pada alat perlindungan diri (SCBA).

“Semua aktivitas sudah sama sesuai proses yang berjalan, dan dilihat team dari Direktorat Jenderal EBTKE dan Dinas Lingkungan Hidup-Pemkab Mandailing Natal, bekerja bersama dengan Polres Mandailing Natal, TNI, PAM Dusun, Humas Lokal, aparatur keamanan dan beragam faksi yang lain,” tutur Yani dalam penjelasannya, Rabu (28/9).

Yani menentang terjadi bocor gas beracun dari aktivitas itu. Tetapi saat bertepatan, disampaikan jika masyarakat Dusun Sibanggor Julu dan Dusun Sibanggor Tonga mengeluh tanda-tanda kesehatan. Dan beberapa masyarakat yang lain pindah dari rumahnya.

“Sekarang ini, SMGP konsentrasi pada pengatasan dan dana untuk masyarakat. Kan, masih interograsi pemicu masyarakat ke rumah sakit. Karena dari tes alir sumur itu telah sama sesuai proses, bahkan juga dilihat faksi EBTKE. SMGP memiliki komitmen selalu untuk memberi support untuk warga, terhitung kontribusi kesehatan,” urainya.

(Visited 5 times, 1 visits today)