KBRI Kuala Lumpur Imbau TKI Ilegal Pulang Sebelum Terciduk

0
37
KBRI Kuala Lumpur Imbau TKI Ilegal Pulang Sebelum Terciduk
KBRI Kuala Lumpur Imbau TKI Ilegal Pulang Sebelum Terciduk

Indolah.com – KBRI Kuala Lumpur Imbau TKI Ilegal Pulang Sebelum Terciduk, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur mengimbau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal supaya mendaftarkan pemulangan suka-rela untuk hindari terciduk razia besar-besaran.

“Kami imbau para TKI ilegal supaya selekasnya mendaftar Program Penghantaran Pulang Suka-rela (3+1),” tutur Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur, Mulkan Lekat di Kuala Lumpur, seperti yang diambil dari Pada pada Sabtu (7/7).

Mulkan menyampaikan TKI ilegal yg tidak mempunyai izin kerja supaya selekasnya daftarkan diri di program itu lantaran Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) telah lakukan Operasi Mega 3. 0 terhitung mulai 1 Juli 2018.

“Dengan program itu WNI bisa kembali pada Indonesia lewat jalan yang sah, nyaman serta aman. KBRI mengimbau supaya WNI hindari calo dalam pengurusannya,” tuturnya.

Mulkan juga mengimbau WNI tak tergiur penawaran kartu MyKas yang mengedar di beberapa media sosial akhir-akhir ini.

KBRI Kuala Lumpur telah memberi imbauan itu Kamis sore (5/7) lalu dengan Nomer : 00051/KP/07/2018/07.

Pada awal mulanya mengedar di beberapa group WhatsApp jika dengan memegang kartu MyKas beberapa WNI dapat memperoleh izin tinggal sesaat di Malaysia.

Baca Juga : Kemenhub Kebakaran, 3 Korban Tewas karena Kehabisan Oksigen

KBRI sudah lakukan konfirmasi pada Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) jika kartu MyKas spesial ditujukan untuk orang yg tidak memiliki kewarganegaraan (stateless) serta tak diberi pada Pendatang Asing Tanpa ada Ijin (PATI).

“Kartu MyKas sendiri sampai saat ini belumlah sempat diterbitkan,” tuturnya.

Sesaat Jabatan Imigresen Selangor sudah lakukan Operasi Mega 3. 0 Sabtu (7/7) didalam rumah kongsi atau rumah petak TKI di lokasi Mokhtar Dahari, Puncak Alam, Kuala Selangor, Selangor.

Dalam operasi itu mereka sudah mengecek satu tempat perniagaan atau premis serta mengecek 204 orang terdiri 88 lelaki, 15 wanita serta satu anak-anak.

Dari jumlahnya itu sejumlah 104 orang merupakan pekerja ilegal atau Pendatang Asing Tanpa ada Jati diri (PATI).

Mereka terbagi dalam orang Indonesia sejumlah 65 orang (lelaki 50 serta wanita 15), Bangladesh 37 orang (lelaki 36 serta wanita satu) serta Myanmar dua orang.

(Visited 22 times, 1 visits today)