Kedua Negara Indonesia Dan Malaysia Memperketat Aturan Visa untuk Iran !!!

0
562

Warga Iran tidak bisa lagi masuk ke Malaysia atau Indonesia tanpa memperoleh visa sebelum kedatangan.

Berdasarkan peraturan imigrasi baru, Kuala Lumpur dan Jakarta membatalkan kebijakan visa pada saat kedatangan (VOA) bagi warga Iran, menurut laporan media setempat.

Kedua negara ini mengubah persyaratan visa untuk mencegah warga Iran menggunakan Malaysia atau Indonesia sebagai titik transit untuk penyelundupan manusia, dan untuk membendung keterlibatan warga Iran dalam penyelundupan narkoba maupun penggunaan narkoba ilegal di wilayah mereka, kata para pejabat.

Malaysia mengumumkan kebijakan baru itu pada bulan Oktober. Indonesia mengumumkan peraturan visa baru untuk warga Iran pada bulan Juli lalu.

Warga Iran sekarang harus mengajukan permohonan visa sebelum kedatangan, dan izin masuk hanya akan berlaku untuk 14 hari tinggal di Malaysia, menurut Menteri Dalam Negeri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi pada tanggal 29 Oktober seperti dikutip The Star Online.

“Kami berkomitmen terhadap permintaan Australia untuk memastikan orang-orang yang berasal dari Iran dan Suriah tidak menggunakan Malaysia sebagai tempat transit untuk masuk ke Australia secara ilegal,” katanya kepada wartawan.

“Kepentingan nasional kami”

Keputusan Jakarta terutama didorong oleh kebutuhan untuk memerangi perdagangan narkoba internasional di negara itu karena dalam beberapa tahun terakhir, pengedar narkoba asing yang ditangkap di Indonesia terutama merupakan warga Iran, kata para pejabat anti narkotika.

“Banyak warga Iran menyalahgunakan fasilitas visa tersebut. Mereka tidak datang ke sini untuk tujuan wisata, tetapi memanfaatkan Indonesia sebagai tempat transit sebelum mencari suaka di Australia dan untuk penyelundupan narkoba,” ujar Maryoto Hadi, juru bicara Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, seperti dikutip oleh The Jakarta Post.

“Setelah penangkapan warga Iran oleh petugas BNN belum lama ini, kami memperbaharui permintaan kami kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk meninjau fasilitas VOA untuk warga Iran,” menurut juru bicara Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumirat Dwiyanto kepada surat kabar tersebut. ”Kementerian akhirnya menyetujui permintaan ini dan kami sangat menghargai keputusan tersebut.”

Indonesia mempertimbangkan keprihatinan tentang pencari suaka Australia asal Iran yang singgah di nusantara, tetapi ini bukan faktor utama yang mendorong keputusan itu, menurut Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin.

“Pertimbangan utama adalah kepentingan nasional kami, meskipun menjaga hubungan baik dengan negara tetangga kami juga merupakan bagian dari kepentingan nasional kami,” kata Amir seperti dikutip.

Warga Iran di Malaysia: Tidak lagi disambut baik?

Malaysia memiliki populasi imigran Iran yang cukup besar. Menurut Lembaga Timur Tengah di National University of Singapore, diaspora Iran di Malaysia berkisar antara 70.000 dan 100.000 orang.

Mereka tertarik akan biaya yang relatif terjangkau, meskipun Malaysia mengizinkan intelijen Iran untuk beroperasi di negara itu, menurut Institut tersebut.

Namun cukup banyak warga Iran telah terlibat dalam kasus perdagangan narkoba di Malaysia, sampai ke titik dimana masalah ini dilaporkan mengakibatkan ketegangan hubungan diplomatik antara Kuala Lumpur dan Teheran.

Selain itu, pada bulan Februari 2012, warga Iran Masoud Sedaghatzadeh ditangkap karena terlibat dalam serangan teror yang digagalkan di Thailand, dimana dua warga Iran lainnya telah didakwa.

Hubungan bilateral menjadi tegang pada bulan Oktober ketika Malaysia menolak peringatan dari Teheran untuk tidak menjatuhkan hukuman mati kepada dua wanita Iran atas tuduhan perdagangan narkoba, AFP melaporkan.

Dalam sebuah pernyataan kepada AFP, Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan bahwa sementara negara itu menghargai hubungan dengan Iran, mereka tidak bisa mentolerir ”kegiatan ilegal yang merugikan citra dan keamanan Malaysia.”

(Visited 58 times, 1 visits today)