Kelompok Militan Rohingya Umumkan Gencatan Senjata Selama Satu Bulan

0
34
Kelompok Militan Rohingya Umumkan Gencatan Senjata Selama Satu Bulan
Kelompok Militan Rohingya Umumkan Gencatan Senjata Selama Satu Bulan

Indolah.com – Kelompok Militan Rohingya Umumkan Gencatan Senjata Selama Satu Bulan, Kelompok pemberontak Pasukan Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA) menyatakan penghentian sementara operasi militer di Rakhine, Myanmar selama satu bulan. Terhitung sejak Minggu (10/9) waktu setempat.

Alasan ARSA yaitu untuk memberikan kesempatan bagi kelompok kemanusiaan untuk memberikan bantuan di wilayah barat Myanmar.

Kelompok Militan Rohingya Umumkan Gencatan Senjata Selama Satu Bulan

Serangan yang terjadi pada 25 Agustus lalu telah merusak 30 pos polisi dan pangkalan militer. Kelompok militer Myanmar pun melakukan serangan balik atas serangan yang dilakukan oleh ARSA.

Baca Juga : Dua Orang Tewas Dalam Kecelakaan di Jalan Diponegoro Medan Tadi Pagi

ARSA dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh otoritas Myanmar. Kelompok ARSA mengklaim bertanggung jawab atas rentetan serangan terkoordinasi terhadap pos-pos polisi Myanmar di Rakhine.

Akun Twitter yang diyakini terkait ARSA menuding militer Myanmar melakukan teror dan pengancuran pada etnis Rohingya. Namun seperti dilansir AFP, tidak semua warga Rohingya mendukung kiprah ARSA.

“Kami tidak ingin teroris,” ucap salah satu warga Rohingya yang masih mengungsi di Rakhine, kepada AFP. Sejumlah warga Rohingya justru marah atas serangan yang didalangi ARSA, yang dianggap malah semakin memperburuk ketegangan di Myanmar yang dipicu sentimen antimuslim.

“Kami akan bekerja sama dengan etnis (Buddha) Rakhine. Kami sebelumnya seperti keluarga dan saudara,” imbuh warga desa yang enggan disebut namanya tersebut.

Baca Juga : Dinkes DKI akan Panggil RS Mitra Keluarga Soal Kasus Bayi Debora

Dilansir dari Reuters, lebih dari 300 ribu warga Rohingya telah mengungsi ke Bangladesh dan sebanyak 30 ribu warga non-Muslim telah direlokasi ke Myanmar.

“ARSA meminta seluruh kelompok kemanusiaan untuk kembali membantu seluruh korban, terlepas dari latar belakang etnis dan agama, selama periode gencatan senjata,” kata ARSA melalui keterangan resminya.

Tragedi Rohingya di Myanmar membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan bantuannya. PBB dan mitranya membuat rencana untuk menyediakan bantuan bagi ratusan ribu pengungsi Rohingya.

Bantuan yang akan diberikan adalah makanan, tenda, air bersih, layanan kesehatan, dan bantuan lainnya.

Menurut kantor berita MENA dikutip dari Antara, bantuan ini akan diberikan sampai akhir tahun 2017. Dana untuk menyediakan bantuan senilai US$7 juta ini dikeluarkan dari dana darurat PBB.

(Visited 38 times, 1 visits today)