Keren! Pria Lulusan SMP Asal Gunungkidul ini Sulap Mobil Sedan jadi Lamborghini

0
328
Keren! Pria Lulusan SMP Asal Gunungkidul ini Sulap Mobil Sedan jadi Lamborghini
Keren! Pria Lulusan SMP Asal Gunungkidul ini Sulap Mobil Sedan jadi Lamborghini

Indolah.com, Jakarta – Keren! Pria Lulusan SMP Asal Gunungkidul ini Sulap Mobil Sedan jadi Lamborghini, Berbekal pengalaman kerja di berbagai bengkel modifikasi mobil membuat Suharyanto mahir dalam hal modifikasi bodi mobil. Bahkan, karena keahliannya itu, pria asal Playen, Gunungkidul ini mampu menyulap tampilan satu unit mobil Mitsubishi Galant menyerupai Lamborghini Aventador.

Indolah.com mendatangi bengkel Suharyanto di Dusun Nogosari III, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Di sana tampak beberapa teknisi tengah sibuk memperbaiki bodi mobil yang menyerupai Lamborghini Aventador. Tampak pula beberapa bagian pada bodi mobil itu belum dicat dan terdapat banyak dempulan.

Melongok lebih jauh, terdapat sebuah gambar sketsa mobil Lamborghini Aventador yang terpasang di dinding bengkel tersebut. Selain itu, terdapat pula sebuah miniatur mobil supercar di bengkel tersebut.

Pemilik bengkel ‘High Class Auto Custom’, Suharyanto mengatakan, bahwa mobil tersebut bukanlah Lamborghini Aventador asli, melainkan hanya replika. Warga Dusun Nogosari III, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul ini menjelaskan bahwa mobil tersebut aslinya adalah Mitsubishi Galant.

Baca Juga: Ferrari Owner’s Club Indonesia Padati Jalan Trans Jawa

Keren! Pria Lulusan SMP Asal Gunungkidul ini Sulap Mobil Sedan jadi Lamborghini

“Ini aslinya (mobil) Mitsubishi Galant tahun 2000 punya orang Sleman, dan dia bawa ke sini karena bodi mobilnya mau diubah mirip supercar (Lamborghini Aventador),” katanya saat ditemui wartawan di bengkel miliknya, Dusun Nogosari III, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul.

Lanjut Suharyanto, pengerjaan mobil tersebut sudah berlangsung selama 8 bulan dan diperkirakan rampung setelah lebaran. Menurutnya, hal itu karena ia sangat memperhatikan detail pada body dan interior mobil yang dikerjakannya. Semua itu agar mobil Mitsubishi Galant tahun 2000 itu benar-benar menyerupai Lamborghini Aventador.

“Untuk pengerjaannya sendiri, saya dibantu 4 orang dan ini baru selesai 85 persen, baik untuk mesin penggerak belakang, body dan interiornya. Lama itu karena menyesuaikan ketersediaan bahan,” ucap Suharyanto.

Terkait bodi Lamborghini Aventador tersebut, Suharyanto mengaku tidak membelinya secara khusus, melainkan membentuknya sendiri berdasarkan gambar yang diunduhnya dari internet. Namun diakuinya untuk beberapa bagian bodi ia harus memesan secara khusus.

“Kalau lampu dan kaca itu kita memang pesan ya. Tapi untuk body dan spion kita buat sendiri seperti pakai galvanis, fiber dan akrilik,” ujarnya.

Pria lulusan SMP ini melanjutkan, bahwa ia tidak mengalami kesulitan terkait pengerjaan mobil tersebut. Hal itu dikarenakan ia sudah kerap mengerjakan mobil custom, meski diakuinya untuk pengerjaan di bengkelnya baru dilakukan dua kali, pertama pada tahun 2017 dan yang kedua tahun 2019 ini. “Kalau kesulitan tidak ada, hanya terkendala waktu saja karena menyesuaikan ketersediaan bahan,” ucapnya.

Pria 43 tahun ini mengakui, bahwa untuk merombak tampilan mobil biasa menyerupai supercar memang menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Menurutnya, untuk mobil yang tengah dikerjakannya ini, ia mematok harga Rp 350 juta. “Itu (biaya Rp 350 juta) tergantung kesulitan saat pengerjaan, kalau yang lebih rumit lagi bisa beda (biayanya),” katanya.

Terkait kemahirannya dalam menyulap tampilan mobil biasa menjadi luar biasa, Suharyanto mengaku memperolehnya dari otodidak. Hal itu dikarenakan Suharyanto hanyalah lulusan SMP.

“Jadi setelah lulus itu (SMP) saya kerja di beberapa bengkel dam sempat lama di salah satu bengkel modifikasi mobil di Yogyakarta. Terus ikut kontes dan menang, saat itu menang karena merubah mobil sedan Mitsubishi Lancer Evo 4 jadi BMW,” katanya.

Berbekal predikat tersebut, Suharyanto memiliki banyak relasi di dunia otomotif. Setelah memenangi kontes, ia sempat berpindah kerja di sebuah bengkel modifikasi di Bandung, Jawa Barat. Meski akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya dan membuka bengkel custom mobil sendiri.

“Ya setelah beberapa tahun akhirnya baru buka sendiri di sini (Gunungkidul). Tapi kadang-kadang ke sana (bengkel di Bandung) juga untuk memperbaiki mobil,” pungkasnya.

(Visited 120 times, 1 visits today)