Kota Hanoi Macet Total Jelang Pertemuan Trump dan Kim Jong un

0
105
Kota Hanoi Macet Total Jelang Pertemuan Trump dan Kim Jong un
Kota Hanoi Macet Total Jelang Pertemuan Trump dan Kim Jong un

Indolah.com – Kota Hanoi Macet Total Jelang Pertemuan Trump dan Kim Jong un, Pertemuan tinggi antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, selama dua hari berefek pada arus lalu lintas di Hanoi. Ibu Kota Vietnam itu macet total karena beberapa jalan ditutup.

Tiap-tiap sudut pusat Kota Hanoi diberitakan alami kemacetan semenjak Selasa (26/2), menyusul banyaknya jalanan utama yang diblokir untuk menyiapkan kehadiran Trump dan Kim Jong-un.

Karena penutupan jalan, banyak pengendara sepeda motor yang naik ke trotoar jalan untuk memotong kemacetan. Walau pertemuan Trump serta Kim Jong-un cuma berjalan dua hari mulai ini hari, Rabu (27/2). Akan tetapi, otoritas Vietnam mengaplikasikan eksperimen jalan raya di Kota Hanoi sampai akhir minggu ini.

Beberapa masyarakat bahkan juga mengakui mesti pergi lebih awal kembali supaya tidak terjerat kemacetan ibu kota yang makin kronis ini.

“Saya naik sepeda motor ke kantor serta jalan raya tetap padat. Ini hari saya pergi dikit lebih awal untuk kerja,” kata Tam Mai (30), seseorang pegawai hotel di Kota Hanoi kepada The Straits Times.

Walau terasa cukuplah pusing dengan kemacetan yang makin kronis, Tam mengakui tampilan kota itu makin teratur saat dua minggu paling akhir mendekati KTT AS-Korut.

“Kota ini sudah lewat pergantian yang cukuplah berarti saat dua minggu paling akhir. Jalanan lebih bersih, mereka menanam bunga, serta melarang truk-truk besar hadir ke kota. Semua persiapan yang baik untuk KTT,” tutur Tam.

Tidak cuma jalanan, beberapa resto serta kafe-kafe di tepi jalan disuruh untuk membereskan kursi-kursi serta meja mereka dari semua trotoar jalan. Beberapa toko bahkan juga diperintah untuk tutup sesaat saat KTT berjalan.

Menjadi bentuk pengamanan, aparat Vietnam pun mengerahkan beberapa tank-tank di jalanan Hanoi serta perihal tidak biasa itu justru jadi daya tarik masyarakat lokal sampai turis asing disana. Tidak dikit masyarakat serta turis yang berfoto di belakang tank-tank serta kendaraan lapis baja yang lain.

KTT AS-Korut pun tidak disangkal makin meningkatkan daya tarik turis lokal bahkan juga mancanegara untuk hadir ke negara di Asia Tenggara ini, terpenting ke Kota Hanoi.

Hotel-hotel di Hanoi telah penuh saat dua minggu paling akhir. Karena, tidak cuma turis, wartawan dari hampir semua pelosok dunia hadir kesana untuk meliput pertemuan ke-2 pada Trump serta Kim Jong-un.

Bookie Dinh Xuan Cuong (50) serta temannya yang disebut pelaku bisnis, Hoang Xuan Thuy (53) ikhlas mengemudi lebih dari 10 km. dari Haiphong ke Hanoi cuma untuk melihat kehadiran Trump serta Kim Jong-un.

Baca Juga : KPU Jelaskan Soal Polemik WN China Punya E-KTP dan Terdaftar DPT

Sekalian menggenggam bendera AS, Hoang, yang kenakan kaos bergambar Trump serta Kim Jong-un, berseliweran di seputar jejeran tank-tank yang berjaga di muka Hotel Melia, penginapan Kim Jong-un saat ada di Hanoi.

“Saya mengharap Presiden Trump serta Presiden Kim akan berjumpa dalam damai serta dapat kurangi senjata nuklir mereka serta mengawasi perdamaian di Korut serta Korea Selatan, hingga beberapa orang dapat hidup dalam damai,” kata Dinh.

Polisi bersenjata mengawasi tiap-tiap pojok Hotel Melia semenjak Senin sore. Pasukan keamanan pun lakukan hal sama di seputar Hotel JW Marriot Hanoi, tempat Trump bermalam.

Ke-2 hotel itu cuma berjarak 10 km.. Di sebrang Hotel JW Marriot terpampang banner yang memvisualisasikan Trump serta Kim Jong-un tersenyum sekalian menunjuk salah satunya restoran Dewo yang baru dibuka saat tiga bulan paling akhir.

Manajer restoran, Nguyen Van Quang, menjelaskan banner itu dipasang untuk “kirim pesan perdamaian.”

Beberapa masyarakat Vietnam dimaksud bangga sebab dapat jadi tuan-rumah pertemuan bersejarah Trump serta Kim Jong-un.

“Ini tunjukkan jika kami hangat serta ramah, negara kami aman serta bisa diakui untuk mengadakan acara ini,” kata seseorang pemandu wisata, Tran Xuan The.

“Kami mengharap acara ini akan menolong tingkatkan status serta citra Vietnam dalam dunia, tingkatkan perekonomian sekaligus juga menolong mempromokan beberapa tempat wisata kami,” tutur Tran.

(Visited 21 times, 1 visits today)