KPK bawa satu koper dokumen sengketa Pemilukada Lebak

0
654

Indolah.com –  Setelah enam jam melakukan penggeledahan, sebanyak 14 penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya meninggalkan ruang Biro Umum dan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten pada pukul 20.00 WIB.
Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik KPK yang diketuai Novel Baswedan membawa keluar sebuah koper besar dan dua dus berisi dokumen.

“KPK membawa dokumen  terkait sengketa Pemilukada Lebak yang menyeret Ratu Atut Chosiyah dan Tubagus Chaeri Wardhana ” ujar Asisten Daerah III Pemerintah Provinsi Banten Mohammad Yanuar saat ditemuiSindonews, Rabu (12/3/2014) malam.
Yanuar baru mengetahui penggeledahan itu terkait sengketa Pemilukada Lebak, setelah menandatangani berita acara penggeledahan.  “Saya baru tahu setelah mendatangani berita acara,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan adiknya Tubagus Chaeri Wardhana atau Wawan sudah ditetapkan sebagai tersangka penyuap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar terkait pengurusan sengketa Pemilukada Lebak, Banten.
Kakak beradik ini juga menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) di Pemprov Banten.  Tidak hanya itu, Wawan juga disangka melakukan pencucian uang.

(Visited 52 times, 1 visits today)