KPU Gugurkan Pasangan JR Saragih-Ance di Pilgub Sumut 2018

0
47
KPU Gugurkan Pasangan JR Saragih-Ance di Pilgub Sumut 2018
KPU Gugurkan Pasangan JR Saragih-Ance di Pilgub Sumut 2018

Indolah.com – KPU Gugurkan Pasangan JR Saragih-Ance di Pilgub Sumut 2018, KPU Sumatera Utara (Sumut) menyatakan pasangan JR Saragih dan Ance Selian tak memenuhi persyaratan peserta Pilgub Sumut 2018. Hanya ditetapkan dua pasang calon yakni Letjen (Purn) Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (Ijeck) dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

“KPU sudah menggelar rapat pleno terbuka untuk mengumumkan pasangan gubernur ada 2 paslon yang ditetapkan, yaitu Edi Rahmayadi berpasangan dengan Musa Rajeckshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus,” kata Ketua KPU Sumut Mulya Banurea.

Baca Juga : Dinobatkan Jadi Menteri Terbaik Dunia, Sri Mulyani Disindir Fadli Zon

Pengumuman penetapan cagub-cawagub Sumut 2018 digelar KPU di Mulya Banurea di lantai 2 Grand Ballroom, Hotel Grand Mercure, Medan, Sumut, Senin (12/2/2018). Tiga pasang calon hadir dalam acara tersebut.

“Karena ada salah satu syarat calon gubernur, yaitu legalisasi ijazah yang bersangkutan, sehingga berdasarkan regulasi, sesuai aturan, yang bersangkutan tidak bisa ditetapkan pasangan calon karena tidak memenuhi syarat,” kata Ketua KPU Sumut Mulya Banurea.

Edy-Ijeck diusung 6 parpol, yaitu PKS, Hanura, Golkar, PAN, Gerindra, dan NasDem, dengan kekuatan 60 kursi DPRD Sumut. Sedangkan Djarot-Sihar diusung dua parpol, yaitu PDIP dan PPP, dengan kekuatan 20 kursi DPRD Sumut.

Partai Demokrat (PD) curiga terhadap KPU Sumut.

“Bila benar yang dibuat sebagai alasan adalah legalisasi ijazah SMA, maka KPU harus dicurigai telah jadi kayu pemukul dari permainan kotor partai tertentu,” kata Wasekjen Rachland Nashidik kepada wartawan, Senin (12/2/2018).

Rachland mengatakan JR Saragih sudah dua periode menjadi Bupati Simalungun, Sumut. Menurut dia, keputusan KPU melawan akal sehat.

“Ia (JR Saragih, red) juga adalah lulusan Akademi Militer dan berbakti sebagai Prajurit TNI sebelum memutuskan mundur dan jadi pengusaha rumah sakit,” ujar Rachland.

“Bagaimana itu bisa bila JR Saragih tak punya ijazah SMA? Sungguh keputusan KPU ini melawan akal sehat,” imbuhnya.

(Visited 57 times, 1 visits today)