La Nyalla Kesal Dimaki Prabowo dan Mengaku Dimintai Prabowo Rp 40 M

0
29
La Nyalla Kesal Dimaki Prabowo dan Mengaku Dimintai Prabowo Rp 40 M
La Nyalla Kesal Dimaki Prabowo dan Mengaku Dimintai Prabowo Rp 40 M

Indolah.com – La Nyalla Kesal Dimaki Prabowo dan Mengaku Dimintai Prabowo Rp 40 M, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti gagal maju di Pilgub Jawa Timur 2018 dan memutuskan untuk tidak lagi menjadi kader Partai Gerindra. La Nyalla mengaku dimaki-maki dan dimintai uang Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur.

La Nyalla menggelar jumpa pers dan mengungkap adanya permintaan duit dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Restoran Mbok Berek, Jl Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/1/2017). Dalam acara itu, La Nyalla melemparkan tudingan serius, mengaku dimintai duit miliaran rupiah oleh Gerindra, juga Prabowo langsung agar rekomendasi sebagai bakal cagub Jatim turun.

La Nyalla Kesal Dimaki Prabowo dan Mengaku Dimintai Prabowo Rp 40 M

Mantan ketum PSSI tersebut mengaku kecewa dengan sikap Prabowo. Padahal, dia mengklaim jasanya untuk partai berlambang kepala garuda merah itu tak kecil.

“Yang jadi penyesalan, saya ini kader Gerindra sejak 2009 yang berjuang untuk 08 (Prabowo, -red) sampai 2018, saya geer (gede rasa) ternyata. Ultah Bu Rachma (Waketum Gerindra Rachmawati Soekarnoputri) di Hambalang saya dipanggil ketemu sama 08, disampaikan saya ingin maju kemudian saya minta izin. Sudah pernah ketemu Amien Rais, terakhir sama 08 sudah ok,” ucapnya.

“Prabowo sempat ngomong, ‘siapkan kamu sanggup 200 miliar?’ 500 saya siapkan, kata saya karena di belakang saya banyak didukung pengusaha-pengusaha muslim,’ tutur La Nyalla.

Baca Juga : Pembantai Asun Sekeluarga Ditangkap di Bandara Kualanamu Medan

La Nyalla mengaku dibentak-bentak Prabowo saat membahas soal duit. Dia pun tak terima dengan perlakuan yang didapatnya.

“Sambil Pak Prabowo marah-marah sama saya, maki-maki saya. Saya dalam hati, nih orang kok sakit apa? Kok ngomongin duit Pilpres 2014, emangnya saya ikut campur sama duit Pilpres 2014,” ucap La Nyalla.

Dia turut menyeret Presidium Alumni 212 saat mengungkapkan tudingan tersebut. Dia berpesan agar ulama dan seluruh keluarga besar 212 tak mudah ‘ditumpangi’ partai politik.

“Biar yang mengganjal ini tanggung jawab. Saya ingatkan ulama dan umat 212, jangan mau lagi ditumpang-tumpangi sama partai yang nggak jelas,” tegas La Nyalla.

Saking kecewanya, La Nyalla bahkan mengatakan akan keluar dari Gerindra dan tak mendukung Prabowo di Pilpres 2019 mendatang.

“Pertanyaannya, apakah saya akan dukung Prabowo 2019? Mohon maaf, ini saya orang bego kalau masih mendukung Prabowo Subianto. Dan saya yakin seluruh kader saya di Jatim itu tidak mau mendukung Prabowo Subianto. Ini sudah selesai. Jadi, kalau ditanya saya masih mau sama Gerindra, (jawabannya) tidak,” cetus dia.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai wajar jika La Nyalla Mattalitti diminta uang Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur.

Menurut Arief, uang itu memang dibutuhkan untuk keperluan membayar saksi di Tempat Pemungutan Suara.

“Mengenai uang Rp 40 miliar kata Mas La Nyalla yang katanya diminta oleh Partai Gerindra dan untuk bayar saksi di TPS saat pencoblosan. Kalaupun itu benar, adalah sangat wajar,” kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/1/2018).

Arief mengatakan, kemenangan seorang calon kepala daerah dalam Pilgub itu kuncinya adalah kekuatan para saksi di TPS- TPS .

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon juga telah angkat bicara mengenai tudingan La Nyalla. Dia menyebut pernyataan La Nyalla tidak punya bukti.

“Kalau dari Pak Prabowo nggak ada ya, dan saya tidak pernah mendengar dan juga menemukan bukti semacam itu ya,” kata Fadli Zon.

(Visited 22 times, 1 visits today)