Lasro Marbun Membenarkan Ucapan Ahok Mengenai Gratifikasi

0
498

Ahok2

Indolah.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut ada pegawai Eselon 2 melaporkan telah menerima gratifikasi saat Lebaran. Kepala Inspektorat DKI Lasro Marbun membenarkan ucapan Ahok tersebut.

“Sebelum Lebaran (imbauan) dari saya, barang-barang dititipkan ke rumah atau kantor kita laporkan ke KPK. Ternyata imbauan dari gubernur direspon pejabat DKI, sudah ada yang mengembalikan. Misalnya dari pejabat Bappeda, Kadis Pariwisata dan terus bergulir nih,” ujar Lasro saat dikonfirmasi wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2015).

Baca juga : Pameran Akik Di Pendopo Di Serbu Pengunjung

Mantan Kadis Pendidikan DKI itu menyebut dirinya juga telah mengembalikan gratifikasi. Adapun gratifikasi paling banyak yang dilaporkan dan dikembalikan dalam bentuk barang. Bisa dalam wujud barang seperti bingkisan dan uang.

“(Yang mengembalikan) Ada Kepala Bappeda, saya, Kadis Pariwisata. Bappeda (terima) dalam bentuk uang, Kadis Pariwisata dalam bentuk uang, saya dalam bentuk uang juga (karena ada acara di kampung) melalui sumbangan ada 3-5 bingkisan, terus ada barang-barang Lebaran yang dikirim ke rumah atau kantor,” sambungnya.

Lasro mengaku mendapat uang sekitar Rp 20-22 juta. Begitu mengetahuinya, dia pun langsung mengembalikan.

“Kalau yang saya terima waktu acara saya di kampung Rp 20-22 juta, saya laporkan. Kalau di bawah Rp 1 juta kan enggak, di atas itu haru dikembalikan. Sebenarnya jangan terima, itu lebih bagus,” kata Lasro.

“(Kepala Bappeda) yang jelas (dapat) uang, lupa (jumlahnya sekitaran) belasan juta gitu. Kalau Kadis Pariwisata itu puluhan (juta),” sambung dia.

Lasro menegaskan, gratifikasi dalam bentuk uang langsung diserahkan kepada KPK. Sementara dalam bentuk makanan dia bagi-bagikan kepada office boy (OB) dan sebagainya.

Dalam waktu dekat dia ingin mengajak Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat untuk bersama-sama mendeklarasikan anti gratifikasi bersama PNS DKI.

Kalau ada waktu dalam waktu dekat kita semua dengan gubernur dan wagub mendeklarasikan anti gratifikasi,” pungkasnya.

Sebelumnya secara terpisah, Ahok menyebut banyak SKPD yang mengaku tidak korupsi, tetapi menerima upeti dari anak buahnya saat Hari Raya Idul Fitri atau hari besar lainnya. Menurutnya, itu sudah tergolong sebagai gratifikasi.

“Ini saya temukan, ini hampir saya pecat, tunggu saja tes berikutnya. Dia nggak korupsi, tapi bawahannya nyetorin upeti buat Lebaran. Itu kan gratifikasi,” terangnya yang diikuti anggukan kepala Djarot, hari ini.

Ahok tidak menyebut nama pejabat yang diceritakan ‘menyetor upeti’ tersebut. Dia hanya mengatakan, orang itu salah satu pejabat papan atas DKI.

(Visited 118 times, 1 visits today)