Lawatan Yahya Staquf ke Yerusalem Dikecam Otoritas Palestina

0
93
Lawatan Yahya Staquf ke Yerusalem Dikecam Otoritas Palestina
Lawatan Yahya Staquf ke Yerusalem Dikecam Otoritas Palestina

Indolah.com – Lawatan Yahya Staquf ke Yerusalem Dikecam Otoritas Palestina, Pemerintah Otoritas Palestina melalui Kementerian Luar Negeri mengecam kunjungan Sekjen PBNU Yahya Staquf Cholil ke Israel.

Palestina menyatakan acara itu bagian dari kampanye Israel yang bertujuan memberi citra beradab dan damai, padahal selama beberapa dekade Israel menindas rakyat Palestina, baik muslim maupun kristiani.

Delegasi cendekiawan Indonesia dari Nadhlatul Ulama dipimpin Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal NU menghadiri AJC Global Forum di Yerusalem pada 10-13 Juni 2018.

Dalam pernyataan yang dirilis di situs Kementerian Luar Negeri Palestina, www.mofa.pna.ps, disebutkan Yahya juga akan berkunjung ke Benteng Yerusalem di Kota Tua Yerusalem pada 14 Juni 2018. “Ini merupakan pelanggaran hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa terkait,” kata Kemenlu Palestina, Selasa (12/6).

“Partisipasi dalam acara seperti itu merupakan pukulan bagi Palestina dan Yerusalem, serta RI sebagai negara Islam terbesar di dunia yang menyelenggarakan KTT OKI Luar Biasa ke-5 tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif pada 2016 dan Konferensi Internasional tentang masalah Yerusalem pada 2015 dan yang selalu membela Yerusalem dan isu-isu Palestina,” imbuh Kemlu Palestina.

Menurut Kemlu Palestina, kehadiran Yahya di acara Israel bertentangan dengan posisi pemerintah Indonesia terhadap konflik Israel-Palestina.

Baca Juga : Tol MKTT Seksi I Gratis hingga 22 Juni, Medan ke Danau Toba Hanya 2 Jam

Otoritas Palestina menganggap meski kehadiran delegasi Yahya Staquf ke acara tersebut mewakili ‘pribadi’ dan tidak akan berdampak pada hubungan bilateral dengan Indonesia namun hal itu menjadi pukulan, tak hanya bagi Palestina dan Yerusalem, tetapi juga Indonesia. Sebagai negara muslim terbesar yang selalu membela Yerusalem dan isu-isu Palestina.

“Partisipasi delegasi berlawanan dengan posisi pemerintah Indonesia dan rakyat Indonesia yang bersahabat yang selalu menyampaikan penolakan mereka atas penjajahan Israel,” kata Kemlu Palestina.

Disebutkan pula Otoritas Palestina akan tetap menghargai pemerintah dan rakyat Indonesia.

Yahya berbicara di Israel pada Minggu (10/6) waktu setempat. Dia menjadi pembicara dalam diskusi yang moderatornya Direktur Forum Global AJC Rabi David Rosen. Acara itu dihadiri 2.400 orang.

Yahya berbicara dalam acara diskusi yang diadakan organisasi Yahudi Amerika. Dia juga telah menegaskan alasan kehadirannya di Israel.

“Saya berdiri di sini untuk Palestina. Saya berdiri di sini atas dasar bahwa kita semua harus menghormati kedaulatan Palestina sebagai negara merdeka,” kata Yahya setelah menjadi pembicara dalam forum yang diprakarsai American Jewish Committee (AJC) di Israel itu sebagaimana dilansir NU Online, Senin (11/6).

(Visited 27 times, 1 visits today)