Lebaran Idul Fitri, Filipina Tak Akan Serang Marawi

0
462
Lebaran Idul Fitri, Filipina Tak Akan Serang Marawi
Lebaran Idul Fitri, Filipina Tak Akan Serang Marawi

Indolah.com – Lebaran Idul Fitri, Filipina Tak Akan Serang Marawi, Di Hari Raya Idul Fitri, pemerintah Filipina mengumumkan gencatan senjata selama delapan jam.

Sebelumnya, Milliter Filipina membombardir militan Maute di Marawi sepanjang malam takbiran.

Lebaran Idul Fitri, Filipina Tak Akan Serang Marawi

Kalian bisa bilang ini gencatan senjata dari Pasukan Bersenjata Filipina. Militer tidak akan menyerang Maute dalam rangka perayaan Idulfitri,” ujar juru bicara Provinsi Lanao del Sur, Zia Alonto Adiong.

Adiong kemudian mengatakan, gencatan senjata itu akan berlangsung dari pukul 06.00 hingga 14.00 waktu setempat.

Baca Juga : Polisi Selidiki Identitas Dan Motif Pelaku Teror Di Mapolda Sumut

Gencatan senjata ini diumumkan setelah militer membombardir Maute selama semalam suntuk. Setidaknya ada dua pesawat yang diterjunkan untuk menjatuhkan bom-bom di sejumlah titik pertahanan Maute.

Juru bicara tentara Filipina, Jo-ar Herrera, mengklaim bahwa militer sudah memukul mundur militan Maute dari sebagian besar wilayah Marawi.

Kini, katanya, hanya tersisa 90 hingga 100 militan Maute yang masih bersembunyi di daerah Bangolo, Marinaut, Raya Madaya, dan Lilod.

Baca Juga : Subuh Tadi, Dua Terduga Teroris Serang Mapolda Sumut, 1 Polisi Tewas Digorok

Sejak bentrokan pecah pada 23 Mei lalu, ratusan orang dilaporkan tewas, termasuk militan Maute, militer, maupun warga sipil.

Bentrokan ini pecah saat militer Filipina menggelar operasi penangkapan Isnilon Hapilon, pemimpin sejumlah kelompok militan yang disebut-sebut sebagai “amir” ISIS di Asia Tenggara.

Tak lama setelah bentrokan pecah, Presiden Rodrigo Duterte langsung mendeklarasikan darurat militer.

Baca Juga : Katedral Tunda Misa Dan Sediakan Parkiran Untuk Jemaah Salat Id

Juru bicara kepresidenan, Ernesto Abella, mengatakan bahwa jika ada pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi selama masa darurat militer, masyarakat dapat langsung melapor ke istana.

Presiden, Pasukan Bersenjata Filipina, Kepolisian Nasional Filipina, dan Kementerian Pertahanan Filipina, yang bertanggung jawab atas darurat militer ini, tidak dapat menoleransi penganiayaan oleh militer atau polisi di Mindanao dan wilayah lain,” katanya,

(Visited 56 times, 1 visits today)