Malaysia Batal Hapus Hukuman Mati, Vonis Terserah Pengadilan

0
100
Malaysia Batal Hapus Hukuman Mati, Vonis Terserah Pengadilan
Malaysia Batal Hapus Hukuman Mati, Vonis Terserah Pengadilan

Indolah.com – Malaysia Batal Hapus Hukuman Mati, Vonis Terserah Pengadilan, Pemerintah Malaysia tidak jadi menghapuskan hukuman mati seperti yang direncanakan sebelumnya. Akan tetapi pemerintah Malaysia tidak lagi mengharuskan hukuman mati untuk tindak pidana serius yang terjadi di wilayahnya.

Dengan kata lainnya, pemerintah Malaysia cuma menghapuskan ‘kewajiban’ menjatuhkan hukuman mati untuk tiap-tiap tindak pidana serius. Untuk setelah itu, bergantung pada semasing pengadilan di Malaysia untuk menjatuhkan hukuman mati pada terdakwa yang dapat dibuktikan bersalah atas tindak pidana serius.

Seperti dikutip Reuters, Rabu (13/3/2019), Wakil Menteri pada Departemen Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mohamed Hanipa, menjelaskan perubahan rencana itu kepada parlemen Malaysia pada Rabu (13/3) ini.

Didapati jika pada Oktober 2018, Menteri Kehakiman Malaysia, Liew Vui Keong, mengatakan kabinet pemerintahan Malaysia akan memutuskan untuk meniadakan hukuman mati yang laku di Malaysia. “Semua hukuman mati akan dihapuskan. Titik,” tutur Liew waktu itu.

Baca Juga : KPU Pastikan Serangan Peretas Tak Akan Mengganggu Pemilu

Dalam pengakuan paling baru untuk parlemen Malaysia, seperti dikutip The Star, Hanipa mengatakan 11 tindak pidana dibawah dua Undang-undang (UU) — 9 tindak pidana dibawah UU Pidana serta dua tindak pidana dibawah UU Senjata Api Tahun 1971 — tak akan menyandang status ‘wajib hukuman mati’.

“Pemerintah akan merekomendasikan untuk ganti keharusan hukuman mati seperti ditata untuk UU Pidana serta UU Senjata Api dengan hukuman mati atas basic kebijakan pengadilan,” ucap Hanipa dalam pengakuannya.

Didapati jika Malaysia sampai kini mengaplikasikan hukuman mati untuk kejahatan-kejahatan serius seperti pembunuhan serta peredaran narkoba. Selesai menang pemilu Mei 2018, pemerintahan Pakatan Keinginan yang di pimpin PM Mahathir Mohamad mengatakan akan mengevaluasi lagi hukuman mati serta UU keamanan nasional yang lain yang dipandang ‘tidak cocok’.

Terdaftar jika sampai Oktober 2018, ada 1.279 terpidana yang menanti eksekusi mati di Malaysia. Umumnya dari mereka adalah terpidana masalah narkoba.

(Visited 20 times, 1 visits today)