Malaysia Batal Jadi Tuan Rumah Turnamen Akibat Blokade Atlet Israel

0
129
Malaysia Batal Jadi Tuan Rumah Turnamen Akibat Blokade Atlet Israel
Malaysia Batal Jadi Tuan Rumah Turnamen Akibat Blokade Atlet Israel

Indolah.com – Malaysia Batal Jadi Tuan Rumah Turnamen Akibat Blokade Atlet Israel, Komite Paralimpik Internasional (IPC) melucuti hak Malaysia menjadi tuan rumah suatu kejuaraan renang dunia buat penyandang disabilitas tahun ini sesudah Negeri Jiran melarang atlet Israel berpartisipasi.

“Saat negara tuan rumah mengecualikan atlet dari negara tertentu karena alasan politik, jadi kami benar-benar tidak mempunyai pilihan lain selain mencari tuan rumah baru yang bersedia mengadakan kejuaraan itu,” kata Presiden IPC Andrew Parsons lewat pernyataan pada Minggu (27/1).

Malaysia semestinya jadi tuan rumah persiapan Paralimpik Tokyo 2020 yang diskedulkan diselenggarakan di Kucing pada 29 Juli-4 Agustus 2019.

Parsons menjelaskan pihaknya sebetulnya sudah mengingatkan Malaysia untuk menjamin atlet dari semua negara dapat berperan serta saat menunjuk Negeri Jiran menjadi tuan rumah kompetisi renang dunia.

“Akan tetapi, semenjak terjadi pergantian kepemimpinan pemerintah serta politik, Malaysia mempunyai gagasan yang berlainan,” tuturnya.

“Politik dan olahraga tidak pernah menjadi campuran yang baik serta kami kecewa jika atlet Israel tidak diizinkan berlaga di Malaysia.”

Baca Juga : Mengejutkan!! Fifi Lety Ngaku Menyesal Membantu Perceraian Ahok

Pengakuan IPC itu dikeluarkan menyikapi kebijaksanaan pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang akan memutuskan melarang warga Israel ikut juga dalam tiap-tiap acara serta kompetisi apapun di Malaysia.

Ketetapan itu diambil sesudah Malaysia melarang atlet Negeri Zionis ikuti kejuaraan renang dunia buat penyandang difabel pada Juli 2018 lalu menjadi bentuk solidaritas pada Palestina yang sampai sekarang ini masih tetap diduduki Israel.

Mahathir melabeli Israel menjadi negara kriminal serta suka membangun permukiman di lokasi orang lain dan mengucilkan warga asli di lokasi itu.

Israel mengecam larangan itu serta minta IPC membujuk Malaysia mencabut larangan pada beberapa atletnya.

Pemerintahan PM Benjamin Netanyahu bahkan juga memandang larangan itu terinspirasi dari “fanatisme anti-semitisme” Mahathir.

“(Keputusan IPC) ini ialah kemenangan atas kebencian, kefanatikan, serta satu pengakuan kuat yang memberi dukungan kebebasan dan kesetaraan. Terima kasih @Paralympics atas keputusan berani Anda,” kata jubir Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon lewat Twitter-nya.

(Visited 30 times, 1 visits today)