Mantan PM Belanda Wim Kok Meninggal Dunia Karena Gagal Jantung

0
283
Mantan PM Belanda Wim Kok Meninggal Dunia Karena Gagal Jantung
Mantan PM Belanda Wim Kok Meninggal Dunia Karena Gagal Jantung

Indolah.com – Mantan PM Belanda Wim Kok Meninggal Dunia Karena Gagal Jantung, Wim Kok, mantan perdana menteri Belanda yang dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang memprioritaskan konsensus termasuk juga pandangannya pada legalitas euthanasia meninggal dunia pada Sabtu (20/10) karena gagal jantung.

Kok meninggal dunia dalam usia 80 tahun, tinggalkan istrinya, Rita, dan tiga anak.

Kok, memimpin koalisi dua partai pada 1994 dan 2002, mengawasi periode pemulihan dan tingkatkan perekonomian Belanda yang kuat.

Dia terkenal menjadi arsitek model konsensus tata pemerintahan “daerah pengairan” Belanda, yang di dalamnya para pekerja, perusahaan dan pemerintahan menyepakati reformasi bidang-bidang kunci.

Perdana Menteri Mark Rutte memberikan pujian pada Kok menjadi figur “yang pertama menjadi menteri keuangan dan menjadi perdana menteri yang berdiri diatas semua parpol.” Kok “betul-betul bisa dihandalkan, begitu jujur serta tetap miliki penyelesaian,” kata Rutte dalam pengakuan dikutip Reuters.

Baca Juga : Ahmad Dhani Jadi Tersangka dan Dicekal ke Luar Negeri

Pada awal karirnya, Kok tempati jabatan-jabatan kunci pada serikat pekerja di negara itu.

Saat menjabat menjadi perdana menteri, Kok memotong pajak, mengaplikasikan reformasi untuk memberi penambahan pendapatan buat tenaga kerja dan mengatur pengeluaran.

Kepemimpinannya berjalan pada saat yang sama juga dengan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton serta Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Dia ikut dipandang seperti politisi “tiga arah”.

Dalam dunia internasional, Kok menjalankan fungsi kunci dalam perundingan-perundingan yang ke arah pada aplikasi mata uang tunggal Eropa, euro.

Karir politik Kok selesai dengan menegangkan dengan pengunduran diri besar-besaran pada kabinetnya berkaitan fungsi militer Belanda menjadi pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa di Bosnia.

Menurut riset yang dikerjakan oleh Institute for War, Holocaust and Genocide Studies Belanda, pemerintahan pimpinan Kok bertanggungjawab atas pengiriman pasukan Belanda, yang diperlengkapi dengan persenjataan mudah, untuk menjaga Srebrenica, yakni lokasi aman di Bosnia yang diputuskan PBB.

Dengan personil serta persenjataan kalah kuat, batalion Belanda tidak berusaha untuk menjaga kantong itu. Mereka cuma dapat melihat tiada daya saat pasukan Serbia Bosnia menggempur lokasi itu dan menghajar 8.000 masyarakat Muslim sipil. Peristiwa itu adalah pembunuhan massal terburuk di Eropa semenjak Perang Dunia Ke-2.

Sesudah tinggalkan jabatan menjadi perdana menteri, Kok diantaranya masuk dengan Royal Dutch Shell serta ING.

(Visited 28 times, 1 visits today)