MANTAP ! TNI AL Lagi-Lagi Menangkap Kapal Pencuri Ikan Asal Myanmar di Perairan Indonesia

0
604

MANTAP ! TNI AL Lagi-Lagi Menangkap Kapal Pencuri Ikan Asal Myanmar di Perairan Indonesia

Indolah.com – TNI AL kembali menangkap kapal ikan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Kelompok asal Myanmar tersebut berhasil menangkap 8 ton ikan di Selat Malaka.

Kapal dengan nama KHF1868 terdeteksi oleh radar KRI Cut Nyak Dien375 yang sedang berpatroli di Perairan Selat Malaka, Kamis (12/11). Mereka diketahui tengah menangkap ikan pada posisi dengan koordinat 04 22 U-099.17 T.

“Kapal berhasil dihentikan selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan,” ungkap Kadispenal Laksma M Zainudin, Jumat (13/11/2015).

Personel KRI Cut Nyak Dien yang berada dalam jajaran Koarmabar tersebut menemukan bahwa kapal tanpa bendera itu dinahkodai oleh Khim Mgwin dengan 3 ABK bernama MG Kyaw, Mir Mir Soe, dan Noi Oo. Semuanya merupakan warga negara Myanmar.

Selanjutnya kapal dengan bobot 65 GT tersebut dikawal menuju Dermaga Lantamal 1 Belawan ,Sumut, untuk pemeriksaan lanjutan. Ada beberapa dugaan kesalahan yang telah dilakukan.

“Melakukan pelanggaran batas negara dan menangkap ikan secara ilegal atau dokumen yang sah,” kata Zainudin.

Selain itu dugaan kesalahan lain dari Khim Mgwin cs menurut Zainudin adalah melakukan penangkapan ikan di ZEEI dengan menggunakan alat tangkap yang tidak sesuai dengan ketentuan/trawl. Selanjutnya juga karena nahkoda dan ABK tidak mampu menunjukkan ID/paspor/izin kerja.

“Mereka juga tidak mengibarkan bendera kebangsaan. Saat ini masih dilaksanakan proses hukum lebih lanjut di Lantamal Belawan,” jelas Zainudin.

Sementara itu menurut Kadispen Armabar, Letkol Laut Ariris Miftachurrahman, para pencuri ikan tersebut telah melanggar Pasal 85 UU No.45 Tahun 2009 perubahan atas UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Ini terkait dengan alat penangkap ikan yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan.

“Selanjutnya Pasal 93 Ayat 2 UU 45 Tahun 2009, perubahan atas UU No 31 tahun 2004, bahwa setiap orang yang memiliki dan atau mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing, melakukan penangkapan ikan di ZEEI yang tidak memiliki SIPI diancam pidana penjara 6 tahun dan denda maksimum Rp 20 milyar,” terang Ariris dalam keterangannya, Jumat (13/11).

(Visited 128 times, 1 visits today)